Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Skandal Tokoh Dunia yang Tak Terungkap ke Publik

Agregasi Koran Sindo , Jurnalis-Selasa, 29 Januari 2019 |15:24 WIB
Skandal Tokoh Dunia yang Tak Terungkap ke Publik
Mahatma Gandhi. (Foto: AP)
A
A
A

SIAPA yang tak mengenal Mahatma Gandhi, Albert Einstein, George Washington maupun Elvis Presley? Mereka merupakan tokoh-tokoh panutan yang sangat dikagumi dan diidolakan. Namun di balik ketokohannya, mereka tetap manusia biasa yang menyimpan sisi gelap dalam kehidupannya. Berikut beberapa di antaranya sebagaimana dirangkum dari Koran Sindo.

1. Mahatma Gandhi


Sisi gelap: Diklaim pernah memiliki hubungan khusus dengan keponakannya

Pada usia 36 tahun, ketika menikah, Gandhi memutuskan menjadi selibat dalam rangka mencapai keadaan pencerahan (melalui agama Hindu). Ketika dia semakin tua, ada suatu titik di mana dia tertarik dengan seks, subjek kedua setelah ajaran non-kekerasan yang diyakininya. Dalam buku biografi Gandhi yang terbaru, “Great Soul, Mahatma Gandhi and His Struggle with India” karya mantan editor New York Times, Joseph Lelyveld menyebutkan, Gandhi yang telah berusia 70 tahun kala itu bahkan diklaim masih rutin bercinta dengan keponakannya, Manu yang masih berusia 17 tahun.

2. Albert Einstein


Sisi gelap: Perayu wanita

Einstein adalah salah satu ilmuwan terbesar abad ke-20 yang tersohor dengan teori relativitas E = MC2. Di luar profesinya sebagai ilmuwan, banyak orang yang tidak tahu bahwa dia mengkhianati kedua istrinya berulang kali. Setelah berpisah dengan istri pertamanya karena ketidaksetiaannya, ia menikahi sepupunya Elsa.

Tak lama setelah itu dia berselingkuh dengan sekretarisnya, Betty Neumann. Dalam volume surat-surat baru yang dipegang oleh Universitas Ibrani di Yerusalem, Einstein menyebutkan ada sekitar enam wanita yang pernah singgah di kehidupannya.

3. Winston Churchill

Sisi gelap: Seorang rasis

Sir Winston Churchill sangat dihormati karena keterampilannya sebagai orator dan negarawan. Namun sebagai politisi Churchill bukan tanpa cela. Menurut John Charmley dalam “Churchill: The End of Glory”, Churchill percaya pada hierarki rasial dengan menyebut bahwa orang Kristen Protestan kulit putih berada di puncak, di atas orang Katolik kulit putih. Sementara orang India lebih tinggi derajatnya dari orang Afrika.

“Saya sangat mendukung penggunaan gas beracun untuk melawan suku-suku yang tidak beradab,” tulis Churchill di sebuah memo dalam perannya sebagai Menteri Perang dan Udara pada 1919.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement