"Bagi masyarakat pengguna transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi di seluruh perairan NTT," tulisnya.

Dia menjelaskan, pada Januari ini, posisi pergerakan semu harian matahari berada di belahan bumi bagian selatan, yang mengakibatkan bumi bagian selatan menjadi lebih panas dan tekanan udara menjadi lebih rendah.
(Baca juga: BMKG: Waspada Longsor Akibat Hujan Lebat di Jakarta dan Sekitarnya)
Selanjutnya kecepatan angin cukup kencang karena adanya perbedaan tekanan yang cukup signifikan antara bumi bagian utara dan bumi bagian selatan atau antara Asia dan Samudera Hindia Barat Australia. Terjadi juga pola tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Australia.
Dari hasil analisis medan angin pada 22 Januari 2019 lalu, lanjut dia, terdapat pusat tekanan tinggi di (1014 mb) di Asia dan pusat tekanan rendah (10005mb) di Samudera Hindia Barat Australia. Selanjutnya pada 23 Januari 2019 pusat tekanan tinggi di Asia (1012mb), pusat tekanan rendah (999mb) di Australia.