Jelang Pilkada 2012, keretakan di tubuh Partai Aceh terjadi. Irwandi Yusuf salah satu elite GAM yang berpengaruh di Partai Aceh terdepak karena beda sikap politik dengan petinggi partai.
Bersama para pengikutnya, dia kemudian membentuk Partai Nasional Aceh. Eks GAM yang berseberangan sikap politik dengan Muzakir Manaf Cs bergabung ke PNA.
Partai Nasional Aceh ikut Pemilu pertama pada 2014, tapi raihan kursinya masih jauh dari Partai Aceh. Agar bisa jadi peserta Pemilu 2019, Partai Nasional Aceh lalu mengubah namanya menjadi Partai Nanggroe Aceh.
Pilpres
Soal Pilpres 2019, Irwandi Yusuf menegaskan PNA tak akan mengubah dukungan. Artinya sama seperti 2014, PNA siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Aceh.
Ketua Majelis Tinggi PNA, Irwansyah alias Muksalmina dipercaya jadi pemimpin Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf.
"Karena tahun 2014 dukung juga. Artinya, saya kenal beliau (Jokowi) sudah semenjak di Solo dan dia pernah kerja di Aceh dua sampai tiga tahun lebih," ujar Gubernur nonaktif Aceh yang kini sedang terjerat kasus korupsi dana otonomi khusus.