Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PDIP Dukung UGM Perjuangkan NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Rabu, 30 Januari 2019 |18:54 WIB
PDIP Dukung UGM Perjuangkan NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung penuh upaya Universitas Gajah Mada (UGM) dalam memperjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk menerima nobel perdamaian. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, kiprah kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia inisangat layak menerima nobel tersebut.

"PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya yang dilakukan Universitas Gadjah Mada di dalam memperjuangkan NU dan Muhammadiyah untuk menerima Nobel Perdamaian," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, saat Presiden pertama RI, Soekarno merancang naskah awal pembukaan UUD 1945, di situ terdapat semangat untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang harus diperjuangkan. Ketertiban dunia itu berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial yang merupakan implementasi dari Pancasila

"Inilah semangat membangun persaudaraan dunia di mana Pancasila hadir sebagai solusi atas jalan tatanan dunia baru tersebut," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, dasar seluruh filsafat menjadikan kemerdekaan Indonesia untuk mewujudkan persaudaraan dunia, tidak terlepas dari keteladanan dan kepeloporan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah.

"Kedua organisasi ini menjadi pelopor dalam membangun sintesa yang sempurna antara Islam dan Pancasila, Pancasila dan Islam" ujarnya.

Logo NU

Dia menambahkan, Muhammadiyah dengan semangat Islam berkemajuan untuk kemaslahatan umat, berdakwah melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan gerak ekonomi kerakyatan, menjadi contoh kemajuan peradaban Indonesia.

"Demikian halnya NU, semangat hubbul wathan minal iman dan tradisi Islam yang menyatu dengan tradisi kebudayaan masyarakat Indonesia, pendidikan pesantren yang unik dan khas nusantara, serta mekanisme untuk melakukan musyawarah terhadap berbagai persoalan mendasar bangsa di dalam menjadikan Pancasila sebagai dasar, jiwa dan kepribadian bangsa sangat diakui," tuturnya.

PDIP lanjut Hasto, yakin dengan tradisi ke-Islaman yang membangun watak dan jati diri bangsa serta semangat gotong royong, maka pemberian nobel perdamaian tersebut sangat relevan mengingat peran Muhammadiyah dan NU dalam mewujudkan Islam yang toleran (tasamuh), damai (salam) dan menjadi inspirasi bagi dunia.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement