nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Didemo 'Emak-Emak Sayang Vanessa', Polda Jatim: Polisi Tak Bisa Ditekan!

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 15:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 519 2012448 didemo-emak-emak-sayang-vanessa-polda-jatim-polisi-tak-bisa-ditekan-RQPrtLf78O.jpg

SURABAYA - Polda Jatim didemo Komunitas "Emak-Emak Sayang Vanessa Angel" tadi pagi. Mereka mendesak polisi untuk menangkap tidak hanya para muncikari dan Vanessa, tapi juga mendesak polisi agar menangkap konsumen yang memakai jasa seksual artis Vanessa Angel.

Menanggapi demo tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan kepolisian tidak bisa dilakukan penekanan lewat demo. Polisi juga tidak akan terpengaruh dengan demo apapun dalam mengusut tuntas kasus prostitusi online.

"Kalau demo kita disuruh menangkap pengguna (konsumen) dasarnya apa. Jika sebagai saksi (konsumen) yang telah disampaikan Dirreskrimsus itu benar," terang Barung pada wartawan Jumat (1/2/2019).

Menurut Barung, seandainya ada regulasi dan Undang-Undang yang memakai jasa dikenakan pasal pasti akan dilakukan. Sampai saat ini belum ada regulasinya yang menjerat pengguna jasa.

Seperti diketahui, polisi menggerebek Vanessa Angel saat bersama Rian di dalam kamar hotel Vasa Surabaya pada 5 Januari 2019. Artis FTV ini diduga terlibat dalam kasus prostitusi online. Dalam perkembangannya, polisi meningkatkan status Vanessa dari saksi menjadi tersangka.

(Baca Juga: Ada 'Emak-Emak Sayang Vanessa', Desak Polisi Tangkap Konsumennya)

Vanessa dijerat pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukumannya 6 tahun penjara. Bahkan polisi sudah menerbitkan surat perintah penahanan terhadap Vanessa, meski yang bersangkutan masih tergolek lemah di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Polisi juga menetapkan status tersangka pada 4 muncikari meliputi Tentri, Siska, Windy dan Fitria. Mereka juga sudah ditahan oleh polisi. Sedangkan Rian berkeliaran bebas.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini