SEMARANG — Teror pembakaran kendaraan saat ini tengah mengusik ketenangan masyarakat di Jawa Tengah (Jateng). Ada sekitar 21 kendaraan, baik mobil maupun motor yang tengah diparkir di jalan maupun di garasi rumah, dibakar orang tak dikenal di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, maupun Kabupaten Kendal, dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Belum diketahui motif di balik aksi pembakaran itu. Namun, dari informasi yang diperoleh Semarangpos.com, pelaku melakukan aksinya dengan cara molotov atau melempar botol yang diisi bensin atau cairan lain yang mudah terbakar dan diberikan sumbu berupa tali atau kain. Aksi itu dilakukan pelaku saat dini hari atau saat kondisi lingkungan sepi.
Banyak yang beranggapan kasus ini dipicu suasana politih yang tengah memanas menjelang pemilihan presiden atau Pemilu 2019. Selain itu, banyak yang menilai kasus ini hanyalah pengalihan isu saat iklim politik Tanah Air tengah memanas.
Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nur Rochaeti, meminta masyarakat untuk tidak buru-buru mengaitkan teror pembakaran mobil dengan politik.
“Perlu ada kajian yang lebih mendalam untuk mengaitkan kasus ini dengan politik. Bisa saja ini dipicu faktor lain, seperti perselisihan atau hal lain,” ujar perempuan yang juga bertugas sebagai dosen Kriminologi di Akademi Kepolisian (Akpol) itu saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat (1/2/2019).
Perempuan yang akrab disapa Eti itu menilai daripada berasumsi lebih baik masyarakat menunggu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus itu. Ia pun meminta aparat kepolisian segera bertindak salah satunya dengan melakukan pemetaan terhadap para korban.