JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengaku dirinya dan keluarga mendapatkan dugaan intimidasi oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Kejadian tersebut terjadi sejak akhir Mei 2026 lalu hingga Kamis 4 Juni 2026 malam.
Kejadian itu diketahui pada 21 Mei, sekembalinya Islah usai menghadiri acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Saat itu, banyak tetangga yang datang menceritakan ihwal adanya OTK yang terlihat memantau kediamannya sekitar 18-19 Mei.
"Ada tetangga melaporkan bahwa, 'Pak, selama bapak berangkat ke Jogja tanggal 16 kemarin, rumah bapak ini banyak sekali orang yang seliweran di depan rumah bapak dan melakukan pemotretan, pengambilan video, sampai mereka itu hampir melompat pagar untuk memvideokan apa yang ada di dalam rumah'," kata Islah di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Tak hanya memantau kediamannya, kata Islah, OTK ini juga turut menggali informasi kepada tetangga ihwal aktivitas harian keluarga, jumlah anggota keluarga, hingga jam kerja asisten rumah tangga.
"Menurut saya itu adalah, kalau dalam dunia intelijen, mungkin ada profiling awal. Mereka melakukan profiling dan mapping, pemetaan dan seterusnya, lewat tetangga-tetangga, dan itu cara yang lazim biasanya," ujarnya.
Islah turut menunjukkan hasil gambar dari aktivitas pemantauan yang dilakukan OTK di sekitar kediamannya. Aktivitas itu dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar 2,5 jam berselang.