nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 WNI Dituduh Ngebom Gereja di Filipina, Wiranto: Berita Sepihak!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 14:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 04 18 2013561 2-wni-dituduh-ngebom-gereja-di-filipina-wiranto-berita-sepihak-yhV6mHA1f7.jpg Wiranto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto merespons ucapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Filipina Eduardo Ano yang menyebut pelaku bom bunuh diri di gereja Pulau Jolo merupakan dua Warga Negara Indonesia (WNI).

Wiranto menegaskan, ucapan Mendagri Filipina soal keterlibatan dua WNI dalam pengeboman gereja di Pulau Jolo merupakan penjelasan sepihak. Pasalnya, hingga kini pengecekan yang dilakukan pihak Indonesia bersama Filipina belum tuntas. Karena itu kesimpulan tentang pelaku belum didapatkan.

"Saat ini kan ada cukup ramai tuduhan dari pihak Filipina, terutama Menteri Dalam Negeri bahwa ada keterlibatan WNI dalam aksi teror di Filipina. Nah, di sini saya menyampaikan bahwa itu kan berita sepihak ya. BNPT dan Kemenlu sudah lakukan pengecekan," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/2/2019).

"Dan koordinasi sampai sekarang belum tuntas, bahwa itu masih otoritas Filipina sendiri, kepolisian, pihak yang bersangkutan dalam masalah terorisme. Sedang menjajaki, sedang memastikan ini siapa. Jadi tidak buru-buru divonis bahwa itu orang Indonesia. Jadi jangan terjebak pernyataan sepihak," kata Wiranto menambahkan.

Baca Juga: Kelompok Ali Kalora Diduga Terlibat Pemboman di Gereja Filipina

Bom Gereja

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan otoritas Filipina dan Indonesia. Pasalnya sampai saat ini kedua belah pihak masih terus bekerja mengungkap kejelasan kasus ini.

"Kita tunggu saja ya. BNPT dan Kemenlu sedang melakukan penjajakan. Bahkan memastikan kita akan mengirim orang ke sana. Masalahnya ini gimana. Jangan sampai ada pemahaman sendiri dari penjelasan sepihak yang langsung memvonis itu orang Indonesia yamg melakukan kejahatan di negara lain," tegas Wiranto.

Melansir BBC Indonesia, Mendagri Filipina Eduardo Ano mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.

Ano mengatakan hal itu Jumat 1 Februari 2019 setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan "pasangan" menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.

Namun, Kemenlu RI merespons pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, yang menyebut pelaku teror bom gereja di Pulau Jolo, Filipina Selatan, adalah dua warga negara Indonesia (WNI).

"Indonesia belum dapat mengonfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan 2 WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan," demikian keterangan tertulis dari Kemlu RI, kepada Okezone, Sabtu 2 Februari 2019.

Baca Juga: Lima Anggota Abu Sayyaf Tersangka Pengeboman Gereja Filipina Menyerahkan Diri

Bom

Hingga saat ini, Menlu RI Retno Marsudi tengah berusaha untuk berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Filipina untuk mengonfirmasi hal tersebut. Pihak KBRI di Filipina juga masih menyelidiki kebenaran info tesebut.

"KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari berita tersebut," katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kemlu dari kepolisian Filipina, pelaku pengeboman gereja itu belum berhasil diidentifikasi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini