Ma'ruf Amin: Dulu Orang NU Sering Kehilangan Sandal, Sekarang Masjid

Senin 04 Februari 2019 16:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 04 605 2013657 ma-ruf-amin-dulu-orang-nu-sering-kehilangan-sandal-sekarang-masjid-nh3M3dw2mR.jpg Cawapres Ma'ruf Amin silaturahmi ke Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon Semarang (Foto: Ist)

SEMARANG - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengingatkan, pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran dan tanggung jawab yang berat. Bukan hanya tanggung jawab keagamaan, melainkan tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan.

Hal itu disampaikan Kiai Ma'ruf saat menggelar silaturahmi dengan kalangan ulama NU dan Pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/1/2019).

(Baca Juga: Saat Ma'ruf Amin Mendapat Pesan Khusus dari Ponpes Bugen Al-Itqon Semarang

Kiai Ma'ruf menyampaikan, peran dan tanggung jawab itu kini ada di pundak para Ulama NU. "Maka itu para ulama di dalam mengembangkan kenegaraan karena NU sebagai jamiyah dinniyah islamiyah sesuai dengan bidang keagamaan Islam bagaimana membangun Islam yang damai," tutur Kiai Ma'ruf.

Ma'ruf Amin 

Abah sapaan akrabnya memandang para ulama saat ini memiliki tugas yang sangat berat. Sebab ulama, selain dihadapkan pada perannya dalam mengembangkan nilai-nilai kegamaan juga memiliki peran untuk mengawal yang disebutnya wilayah kebangsaan dan kenegaraan.

Di sisi lain, kata Kiai Ma'ruf, saat ini muncul paham-paham keagamaan yang berkembang di Indonesia yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang selama ini dianut di Indonesia seperti Ahlusunnah Wal Jamaah. Dari sini, Kiai Ma'ruf menganggap peran ulama NU dan Pesantren harus ditingkatkan kembali.

(Baca Juga: Pesan Kiai Dimyati Rois kepada Jokowi-Ma'ruf

Kiai Ma'ruf, menganggap, munculnya paham keagamaan yang ada akhir-akhir bukan lagi soal bagaimana cara mengantisipasi melainkan tengah berada dalam posisi menghadapinya. Maka itu, dibutuhkan kembali ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah kembali ke tempat-tempat ibadah seperti Masjid.

"Dulu kita orang NU sering kehilangan sandal di masjid, belakangan kehilangan masjid, tinggal sandalnya (yang tidak hilang). Ini problem-problem yang kita hadapi, maka harus ada langkah-langkah antisipasi," kata Kiai Ma'ruf.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini