
(Baca Juga: Hasil Survei Apapun Tidak Akan Ganggu Popularitas Jokowi-Maruf)
Mustasyar PBNU ini berjanji akan menyejahterakan semua rakyat apa pun golongannya. Di samping itu, Ma'ruf juga mengingatkan adanya pemahaman Islam yang merusak umat. Pemahaman itu, menurut Ma'ruf, ingin menggeser pemahaman ahlussunnah waljama'ah. Ma'ruf meminta para nahdliyin untuk melawan pemahaman itu.
"Sekarang ada pemahaman tidak sesuai. Dakwah tidak santun. Padahal, NU selalu mendakwahkan dengan santun dan mengajak orang dengan sukarela. Tidak ada paksaan, intimidasi, ancaman," kata Kiai Ma'ruf.
(Arief Setyadi )