Setelah Ditangkap Penyerang Relawan Caleg Demokrat Langsung Ditetapkan Tersangka

Ade Putra, Okezone · Senin 04 Februari 2019 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 04 606 2013488 setelah-ditangkap-penyerang-relawan-caleg-demokrat-langsung-ditetapkan-tersangka-ffXPJEFTFp.jpg Relawan Partai Demokrat Lapor ke Polresta Pontianak Terkait Penganiayaan Sekelompok Orang (foto: Ade Putra/Okezone)

PONTIANAK - Kasus penyerangan terhadap relawan Dessy Fitri Anggraeni, Caleg Partai Demokrat Dapil 4 (Rasau Jaya-Teluk Pakedai), Kabupaten Kubu Raya, Kalbar menemui titik terang.

Janji kepolisian yang sebelumnya memastikan penanganan kasus akan diproses sesuai aturan, ditepati. Buktinya, belum sampai sepekan peristiwa penyerangan relawan dan pengrusakan atribut partai yang terjadi di Rasau Jaya III itu, kini satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangkanya satu orang. Berinisial Sg," jelas Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir.

Seperti diketahui, penyerangan yang terjadi saat para relawan sedang istirahat makan siang usai memasang bendera partai, pada Minggu (27/1/2019) itu, membuat Miskari, salah seorang relawan menjadi korban.

(Baca Juga: Usai Pasang Bendera Demokrat, Relawan Caleg Diserang Belasan Orang) 

Ia mengalami luka gores di bagian dada setelah terkena bambu tiang bendera yang digunakan saat penyerangan itu. Hasil visum di RS Anton Soedjarwo Pontianak membuktikan bahwa terjadi tindak penganiayaan.

"Hasil visum tersebut, (membuktikan) masuk dalam kategori penganiayaan ringan sebagaimana diatur dalam Pasal 352 KUHP," terangnya.

Relawan Caleg Demokrat Diserang Sekelompok Orang (foto: Ade Putra/Okezone)	 

Karena memenuhi unsur, kata Anwar, maka Sg yang juga satu desa dengan korban ini langsung ditetapkan sebagai tersangka. "Sesuai pasal itu, tersangka tidak dilakukan penahanan. Namun perkara tersebut tetap lanjut," ucapnya.

Untuk sementara, kepolisian baru menetapkan satu tersangka dalam kasus penyerangan tersebut. Kepolisian juga masih mengembangkan kasus ini. Pasalnya, dalam video yang beredar, pelaku penyerangan diduga lebih dari satu orang.

Para relawan yang ada saat peristiwa itu pun memberi kesaksian bahwa mengenali orang-orang yang melakukan penyerangan. Diperkirakan, ada belasan orang.

Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI, Erma Suryani Ranik pun angkat bicara soal kasus ini. Dia meminta pihak terkait menindaklanjuti penyerangan dan pengrusakan itu sesuai undang-undang yang berlaku.

“Saya minta polisi menindaklanjuti dengan tegas. Ini tindak pidana. Jangan dibiarkan,” ujar Legislator Partai Demokrat ini kepada Okezone.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini