Pengamat: Jangan Sembarangan Beri Gelar pada Presiden

Selasa 05 Februari 2019 14:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 05 605 2013962 pengamat-jangan-sembarangan-beri-gelar-pada-presiden-I8R9FRD2MS.jpg Joko Widodo (Foto: Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat gelar "Cak Jancuk" oleh pendukungnya di Surabaya, pada Sabtu 2 Februari 2019. Namun, gelar itu menimbulkan menimbulkan polemik di banyak kalangan.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, pemberian gelar tidak boleh serampangan, apalagi kepada seorang kepala negara. Ia pun memperingatkan bagi siapa saja, termasuk relawan calon presiden petahana itu.

"Seseorang kalau memberikan gelar, jangan sembarangan. Apalagi, kepada seorang presiden. Kan presiden ada ahli budaya dan bahasa juga, seharusnya setiap kali ada julukan disematkan padanya maka perlu dikaji dulu secara komprehensif," ucap Jerry, Selasa (5/2/2019).

(Baca Juga: Ma'ruf: Saya Ini Alat Kebaikan untuk Membangun Kemanfaatan

Jokowi

Menurut dia, kajian secara bahasa itu penting agar tidak menimbulkan simpang siur apalagi membuat kegaduhan di publik. Sebab, bisa saja ada penyusup yang sengaja membuat elektabilitasnya turun.

Secara bahasa Surabaya, arti "Jancuk" juga sangat kurang sopan dan tidak layak disematkan kepada orang terpandang.

"Menggunakan bahasa daerah dan atribut sebaiknya perlu dibicarakan apa efek dominonya. Keuntungan dan kekurangannya apa? Karena saat ini rentan cibiran dan kritikan," katanya.

(Baca Juga: Debat Kedua, Prabowo Diprediksi Bingung Cari Celah Serang Jokowi)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini