Ksatria Airlangga Kecam Pusat Studi Ekonomi Islam yang Salahgunakan Nama dan Simbol UNAIR

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 18:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 06 605 2014523 ksatria-airlangga-kecam-pusat-studi-ekonomi-islam-yang-salahgunakan-nama-dan-simbol-unair-ExSjWE9Ch1.jpg Ilustrasi Universitas Airlangga atau UNAIR (foto: Istimewa)

SURABAYA - Komunitas Ksatria Airlangga sebagai forum alumni Universitas Airlangga mengecam keras penyalahgunaan nama dan simbol Universitas Airlangga Surabaya oleh lembaga yang mengatasnamakan Pusat Studi Ekonomi Islam Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR).

Penyalahgunaan nama dan simbol FEB UNAIR itu tertera dalam surat undangan diskusi panel yang menghadirkan pembicara utama Cawpres Sandiaga Uno pada Kamis, 7 Februari 2019. Diskusi panel itu bertajuk “Membangun Indonesia Sebagai Pusat Syiar Islam Dunia Dalam Era Globalisasi”.

(Baca Juga: Ketika Pernyataan Putra Ma'ruf Amin Dipelintir di Medsos) 

Bertindak sebagai pengundang adalah Prof Dr H Suroso Imam Zadjuli SE sebagai sebagai Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.

Koordinator Ksatria Airlangga Teguh Prihandoko menegaskan, lembaga studi tersebut bukan merupakan lembaga resmi di bawah FEB UNAIR.

“Saya sudah kontak Dekan FEB Unair dan beliau menegaskan FEB Unair tak memiliki hubungan apapun dengan pusat studi tersebut. Mereka telah mencatut nama besar Unair,” kata Teguh di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019).

 

Teguh mendesak, agar Pusat Studi Ekonomi Islam Internasional segera membatalkan acra tersebut. “Sungguh cara-cara yang mereka pakai tidak etis dan menodai dunia akademik,” tegasnya.

Sementara deklarator Komunitas Ksatria Airlangga Heru Hendratmoko di Jakarta juga mengaku kaget dengan beredarnya undangan tersebut.

“Saya semula mengira itu lembaga resmi Unair. Tapi setelah saya cek ke teman-teman di Surabaya, ternyata itu klaim sepihak. Saya kira sebaiknya Sandiaga Uno membatalkan saja kehadirannya di Surabaya, daripada malu karena pengundangnya bukan lembaga resmi Unair,” ujar Heru.

(Baca Juga: JK Ibaratkan Istilah "Propaganda Rusia" seperti "Bika Ambon") 

Surat undangan yang menyalahgunakan institusi Unair itu diketahui beredar di grup-grup WhatsApp dan mendapat banyak tanggapan, terutama karena mengatasnamakan Universitas Airlangga.

Komunitas Ksatria Airlangga adalah forum alumni Universitas Airlangga yang pada 11 Januari lalu mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres/cawapres Jokowi - Ma’ruf Amin.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini