Menanggapi keduanya, Kapuspen Kemendagri, Bahtiar menyebut lapangan pertarungan Caleg akan lebih terbuka luas dengan Pileg yang digabungkan pelaksanaannya dengan Pilpres.

“Ruang-ruang bibit politik uang sebagai racun demokrasi makin terbuka lebar dengan situasi sekarang ini. Apalagi kita melihat tawaran gagasan para kandidat di lapangan relatif kurang terungkap kepada pemilih apa yang menjadi ciri pembeda masing-masing caleg dan sulit dibedakan perbedaan tawaran gagasan masing-masing caleg karena isunya fokus pada Pilpres,” ucap Bahtiar.
(Baca Juga : Ma'ruf Amin Harap 10 Parpol Pengusung dan Relawan Maksimalkan Potensi Suara)
Meskipun demikian, Bahtiar meminta semua pihak optimistis untuk bersama membasmi bibit racun demokrasi yang berupa politik uang ini agar tidak merusak kualitas demokrasi di Indonesia.
"Kita harus memiliki sensitivitas untuk mengungkap cara-cara baru penerapan politik uang. Yang penting terhadap temuan para peneliti ini, bahwa kita siuman (sadar) bahwa ada keadaan yang memungkinkan adanya politik uang dan peluang adanya potensi kemungkinan peningkatan politik uang. Kualitas demokrasi kita jangan sampai menurun akibat ancaman money politic,” katanya.
(Baca Juga : Silaturahmi ke Muslimat NU & Ulama Cianjur, Jokowi Didoakan Lanjut 2 Periode)
(Erha Aprili Ramadhoni)