Share

Ketum PA 212 Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, BPN Prabowo-Sandi Beri Bantuan Hukum

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 11 Februari 2019 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 11 605 2016196 ketum-pa-212-slamet-ma-arif-jadi-tersangka-bpn-prabowo-sandi-beri-bantuan-hukum-hWP2GsJ1lk.jpg Slamet Ma'arif. (Foto: Fajar Sodiq/BBC News Indonesia)

JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersebut dilakukan karena Ma'arif dinilai telah melakukan pelanggaran pemilu dengan curi start kampanye

Kordinatoor Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan mendampingi Maโ€™arif untuk menyelesikan kasus tersebut.

"Tim hukum BPN akan mendampingi Beliau secara penuh," kata Dahnil saat dikonfirmasi Okezone, Senin (11/2/2019).

Dahnil belum mau menjelaskan lebih jauh soal pendampingan yang akan diberikan kepada Ma'arif. Dirinya juga belum memberikan tanggapan soal kasus tersebut.

Foto: BBC Indonesia

Penetapan status tersangka itu dibenarkan oleh pengacara Slamet, Mahendradatta. Hal itu tersebut juga diamini Wakil Kapolres Surakarta, AKBP Andy Rifai.

(Baca juga: Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif Ditetapkan sebagai Tersangka)

"Berdasarkan gelar perkara untuk melihat dari semua alat bukti, keterangan saksi, termasuk juga hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan, penyidik menilai dan mengkaji melalui gelar perkara itu bahwa statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka," ujarnya.

Adapun penetapan Ma'arif sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Amin Ma'ruf menganggap orasi Slamet pada acara Tabligh Akbar bermuatan kampanye sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

Bawaslu Solo kemudian memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Bawaslu Solo juga sempat memanggil Ma'arif untuk dimintai keterangan terkait ceramahnya dalam Tabligh Akbar tersebut.

Selanjutnya, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma, membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tabligh Akbar ke Polresta Surakarta.

Menurut pengacara Slamet Ma'arif, Mahendradatta, apa yang disampaikan kliennya dalam Tabligh Akbar di Solo tidak ada unsur pelanggaran.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini