Ditetapkan Jadi Tersangka, Slamet Ma'arif Sebut Hukum di Indonesia Memalukan

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 11 Februari 2019 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 11 605 2016233 ditetapkan-jadi-tersangka-slamet-ma-arif-sebut-hukum-di-indonesia-memalukan-QoiIFwpIN6.jpg Slamet Ma'arif (bbc)

JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Ia menilai, hukum di Indonesia sudah sangat memalukan.

"Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia," kata Slamet kepada Okezone, Senin (11/2/2019).

 Baca juga: Ketum PA 212 Tersangka, Moeldoko: Itu Otoritas KPU, Enggak Ada Kaitan dengan TKN

Ia menjelaskan, alasan pernyataan hukum di Tanah Air amat memalukan. Menurut dia, penegakan hukum kian tajam kepada setiap lawan politik pemerintah. Alhasil, ketidakadilan terpampang secara jelas dan nyata.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/02/11/0oqa8kbl1ws7f6ie9u3j_19406.jpg

"Ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini," ujarnya.

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) itu mengkhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap sikap netralitas kepolisian jelang Pemilu 2019 akan semakin terkikis. Ia berharap jajaran Korps Bhayangkara tetap menjaga kenetralitasannya dalam pesta demokrasi tersebut.

 Baca juga: Ketua Umum PA 212 Jadi Tersangka, TKN: Ulama Harusnya Menjunjung Tinggi Aturan

"Saya khawatir kepercayaan rakyat kepada penegak hukum dan penyelenggara Pemilu akan hilang," tuturnya.

Terkait langkah hukum selanjutnya , kata dia, dirinya belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Ia akan mengomunikasikan dengan pengacaranya terlebih dahulu.

"Langkah berikut saya akan komunikasi dengan pengacara," tandasnya.

 Baca juga: PA 212 Anggap Status Tersangka Slamet Ma'arif Bentuk Kriminalisasi Ulama

Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 Ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dugaan tindak pidana pemilu itu disebut dilakukan Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 Pukul 06.30-10.30 WIB.

Penetapan Slamet Ma'arif sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Amin Ma'ruf menganggap orasi Slamet pada acara Tabligh Akbar bermuatan kampanye sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini