Lebih lanjut, Arief Budiman menjelaskan kalau fenomena itu terjadi dikarenakan masyarakat lebih mengingat nama calon presiden dan wakil presiden karena hanya terdapat empat nama yang mencalonkan diri.
(Baca Juga: KPU Sosialisasikan Mekanisme Pemilu 2019)
"Karena peserta pemilunya hanya dua pasang jadi lebih mudah mengingat memperhatikan visi - misi kampanye," terangnya.
"Sementara pemilu legislatif jumlahnya banyak partainya kandidatnya banyak tentu bukan hal mudah untuk mengingat," rutup Arief Budiman.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.