Tanri Abeng: Infrastruktur Itu Kebutuhan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 14:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 605 2016841 tanri-abeng-infrastruktur-itu-kebutuhan-nnXDjipmJM.jpg ilustrasi (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Mantan Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tanri Abeng menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah tepat. Namun, ia berpesan agar bisa dibarengi dengan kegiatan ekonomi.

Jika kegiatan ekonomi tidak turut dibarengi, Tanri Abeng menyebutkan pembangunan infrastruktur kurang terpakai.

“Saya kira infrastruktur itu kebutuhan. Yang paling penting adalah bagaimana menggunakan infrastruktur yang ada itu harus diikuti dengan kegiatan ekonomi,” ujar Tanri Abeng saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Tanri Abeng (Foto: Sarah/Okezone)

(Baca Juga: FX Rudy: Strategi Kalau Disampaikan, Baru Jalan Sudah "Dibedil")

“Maka, badan usaha milik rakyat itu yang di daerah itu harus dikembangkan. Dengan demikian maka dia saling bersinergi, infrastruktur ada, lembaga ekonominya ada. Karena kalau tidak, nanti kurang terpakai. Tapi infrastruktur itu kebutuhan,” kata dia.

Bahkan, Tanri Abeng menilai kalau pembangunan infrastruktur di Indonesia justru terbilang cukup terlambat jika dibandingkan dengan negara-negara yang lainnya. Sebab menurutnya, infrastruktur bisa memperlancar ekonomi.

“Kebijakannya tepat, harus ada itu. Barangkali kita terlambat saja. Coba bayangkan Malaysia, China. Itu kan sesuatu yang logis saja ya, infrastruktur berarti kita bisa melancarkan usaha dibidang ekonomi, karena dibutuhkan infrastruktur,” kata dia.

Tanri Abeng mengatakan kalau ekonomi yang dilibatkan bukan hanya yang berskala besar, melainkan dalam skala kecil. Oleh sebab itu, badan usaha milik rakyat bisa berkembang seturut dengan pembangunan infrastruktur.

“Nah, jadi itu enggak ada alternatif, have to get infrastruktur going, baru kita membangun lembaga-lembaga ekonomi yang tidak hanya yang besar, tapi yang kecil-kecil itu berbasis di masyarakat dan rakyat,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini