Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Program Indonesia Pintar Sukses Tekan Angka Putus Sekolah

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 13 Februari 2019 |15:02 WIB
Program Indonesia Pintar Sukses Tekan Angka Putus Sekolah
Foto: BKLM Kemendikbud
A
A
A

PIP Wujudkan Pemerataan Pendidikan

Selain menekan angka putus sekolah di Klaten, Program Indonesia Pintar juga berhasil dalam pemerataan pendidikan. Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB),pun mengapresiasi Program Indonesia Pintar yang digagas Pemerintah untuk membantu anak-anak usia 6 hingga 21 tahun dari keluarga miskin dan rentan miskin, serta dari panti asuhan untuk membantu memenuhi kebutuhan guna mendukung keberlanjutan pendidikannya.

“Program Indonesia Pintar sangat bagus. Kami berterima kasih kepada Pemerintah atas dukungannya terhadap siswa dari keluarga tidak mampu sehingga dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Suhartini, di tengah acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019.

Suhartini mengemukakan, saat ini di Kota Mataram dana manfaat PIP sudah disalurkan kepada 17.078 siswa SD dan 20.977 siswa SMP. Ia menambahkan, dana manfaat PIP di Kota Mataram cukup besar. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Mataram perlu melakukan sosialisasi secara intensif kepada sekolah terkait teknis penyaluran dan pencairan dana tersebut.

“Kami memberikan pengarahan kepada guru dan kepala sekolah untuk teknis penyaluran dana PIP, dan bila perlu guru mendampingi siswa dalam proses pencairan dana manfaat PIP, tanpa memungut serupiah pun dari siswa,” ungkapnya.

Suhartini mengungkapkan, sosialisasi PIP dilakukan secara rutin sebagai salah satu upaya agar penyalurannya tepat sasaran. “Sebelum proses penyaluran Kartu Indonesia Pintar, kami kumpulkan semua kepala sekolah di Kota Mataram untuk pengarahan teknis penyaluran PIP,” tuturnya.

Kemendikbud

Sosialisasi dan pendampingan siswa di Kota Mataram, kata dia, merupakan salah satu cara jitu dalam penyerapan Dana manfaat PIP.

Seperti diketahui, sesuai capaian 4 tahun kinerja Kemdikbud dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bantuan PIP dimulai sejak tahun 2014 dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp4,3 triliun. Hingga Desember 2018 dana PIP yang telah disalurkan sebesar Rp42,8 triliun.

Suhartini berharap Program Indonesia Pintar dapat terus dilaksanakan, karena sangat membantu siswa miskin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harapan kami, supaya program ini berlanjut terus karena sangat membantu sekali untuk kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemdikbud, Ari Santoso, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mempermudah pencairan dana manfaat PIP agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam mencairkannya. Untuk itu, Kemdikbud telah mengembangkan layanan sesuai dengan perkembangan zaman. Siswa tidak lagi harus antre di teller bank, tetapi mereka dapat dengan mudah mengambil dana PIP dengan menggunakan KIP di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat milik bank penyalur yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement