Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Program Indonesia Pintar Sukses Tekan Angka Putus Sekolah

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 13 Februari 2019 |15:02 WIB
Program Indonesia Pintar Sukses Tekan Angka Putus Sekolah
Foto: BKLM Kemendikbud
A
A
A

Penguatan Revitalisasi SMK

Kemdikbud berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan dalam rangka revitalisasi SMK. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad mengatakan, kerjasama yang saling menguntungkan antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi syarat mutlak keberhasilan pendidikan vokasi.

"Sejak dilakukannya revitalisasi SMK itu, sudah ada 2.700-an industri yang kerjasama. Dan itu kerja sama yang riil," ungkap Hamid saat taklimat media Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019.

Hamid menjelaskan, kerja sama riil itu ditandai dengan diterimanya siswa SMK dalam praktik kerja di dunia industri. Kemudian, kesempatan magang industri bagi para guru SMK. "Dan yang ketiga, industri dapat melakukan rekrutmen dari siswa kita yang terbaik, selama mengikuti praktik kerja di tempatnya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh, mengatakan sekolah dan dunia industri saling membutuhkan, sehingga kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan harus diciptakan.

"Dunia industri dan sekolah kejuruan itu pada dasarnya embedded, satu kesatuan, jadi sudah saatnya harus kembali ke khittah-nya," kata Tonny Pongoh.

Kerjasama yang paling mendasar adalah menerima siswa SMK untuk magang. Tonny sebagai wakil dari dunia usaha menyukai peserta magang yang telah memiliki dasar-dasar keterampilan yang memadai. "Kami berharap siswa yang akan magang telah dibekali basic skills yang memadai, jangan benar-benar nol," tuturnya.

Tonny mengatakan pihaknya selalu terbuka bagi para siswa SMK untuk magang. Program magang di dunia usaha dan industri bertujuan mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan ke dunia kerja yang nyata. "Juga untuk memberikan pengalaman untuk merasakan budaya kerja di industri," ujar Tonny.

kemendikbud

Salah satu indikator menguatnya link and match antara SMK dengan dunia industry yaitu ditandai dengan kebekerjaan para lulusan SMK. Hamid mengungkapkan, angka keterserapan lulusan SMK di dunia kerja terus meningkat.

"Jadi di 2014 itu, semua lulusan SMK yang direkrut industri sekitar 10,5 juta. Kemudian pada tahun 2018 kemarin meningkat menjadi 13,6 juta. Jadi selama kurun waktu lima tahun meningkat sebanyak 3,1 juta," ujar Hamid.

*Semua foto dalam artikel ini milik BKLM Kemdikbud

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement