nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Papua Nugini Minta 284 Mobil Pinjaman untuk KTT APEC Dikembalikan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 13:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 18 2017307 polisi-papua-nugini-minta-284-mobil-pinjaman-untuk-ktt-apec-dikembalikan-l1HLLs8kbr.jpg Armada Mobil Maserati yang digunakan selama KTT APEC di Port Moresby, Papua Nugini, 17 November 2018. (Foto: Reuters)

SYDNEY – Kepolisian Papua Nugini berusaha untuk mendapatkan kembali hampir 300 unit mobil impor yang dipinjamkan kepada para pejabat untuk mengantar para pemimpin dunia selama gelaran pertemuan tingkat tinggi (KTT) APEC tahun lalu. Pembelian armada mobil-mobil mewah itu sempat memicu protes dari rakyat Papua Nugini yang hidup dalam kemiskinan.

Pemerintah Papua Nugini menyatakan akan melelang armada mobil mewah, termasuk 40 sedan Maserati Quattroporte setelah KTT yang berlangsung pada November lalu. Namun, sejauh ini mobil-mobil tersebut belum dikembalikan oleh penggunanya.

"Ada 284 kendaraan ... yang dikeluarkan untuk digunakan personel selama APEC yang belum dikembalikan," kata Pimpinan Unit Pengembalian Aset Negara, Superintendent Dennis Corcoran sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (13/2/2019).

Corcoran mengatakan, semua mobil mewah Maserati dan Bentley yang dipinjamkan telah diperoleh kembali, tetapi mobil lainnya, termasuk Mazda, Ford, Pajero dan Landcruiser belum berhasil dilacak dan dikembalikan.

"Ke-40 Maseratis dan ketiga Bentley dalam kondisi prima dan terkunci di gudang dermaga tua di dermaga utama," kata Corcoran melalui percakapan telepon dari Port Moresby.

Dia mengatakan, polisi tahu bahwa sembilan mobil dicuri, suku cadangnya hilang dan beberapa mobil yang dikembalikan dalam keadaan "rusak parah".

Papua Nugini mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menjadi tuan rumah KTT APEC pada November 2018 dengan harapan dapat menarik investasi ke negara berpenduduk 7,3 juta jiwa itu. Sebagian pendanaan untuk penyelenggaraan KTT didapat dari dana bantuan China dan Australia.

Namun, besarnya biaya yang dikeluarkan, terutama untuk pembelian mobil-mobil mewah di saat negara itu tengah dilanda wabah polio ternyata membuat rakyat marah.

Juru bicara pemerintah, Chris Hawkins, bahwa banyak di antara kendaraan yang belum dikembalikan, antara berada di tempat parkir pemerintah atau tengah digunakan oleh paramedis, pemadam kebakaran, dan pegawai negeri lainnya.

Polisi meyakini enam dari sembilan mobil yang dicuri masih ada di sekitar Ibu Kota Port Moresby, sementara tiga lainnya telah dibawa ke Gunung Hagen, sebuah dataran tinggi berbatu di negara itu. Corcoran yakin dapat menemukan mobil-mobil itu karena dia memiliki daftar yang menunjukkan siapa penandatangan izin pengeluaran mobil-mobil tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini