nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Pimpinan Banggar DPR Akui Dicecar KPK soal Kasus Taufik Kurniawan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 16:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 337 2017441 eks-pimpinan-banggar-dpr-akui-dicecar-kpk-soal-kasus-taufik-kurniawan-vokLO7ITGH.jpg Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Djoko Udjianto. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Djoko Udjianto, mengaku diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait permasalahan kasus dugaan suap yang menyeret Wakil Ketua DPR RI nonaktif, Taufik Kurniawan.

Djoko Udjianto diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.‎ Dia diperiksa untuk Taufik Kurniawan.

"Saya sudah menyampaikan apa yang ditanyakan KPK masalah Pak Taufik," kata Djoko usai diperiksa tim penyidik KPK, di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Anggota Komisi X Fraksi Demokrat tersebut mengklaim hanya dikonfirmasi terkait permasalahan Taufik Kurniawan. Djoko berkelit ketika dikonfirmasi terkait proses pembahasan penganggaran DAK untuk Kabupaten Kebumen tahun 2016.

"Enggak, enggak, enggak ada. Saya cuma dua jam tadi.‎‎ Saya sudah tidak di Banggar. Saya enggak mimpin (pembahasan di Banggar)," ujarnya.

ilustrasi

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya memang sedang ‎menelusuri proses dan prosedur pengajuan DAK untuk Kebumen termasuk posisi para anggota Banggar di DPR.‎

Hal tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa tiga anggota DPR yakni, Kahar Muzakir, Ahmad Riski Sadig, dan Said Abdullah, pada Selasa, 12 Februari 2019 Ketiganya merupakan mantan pimpinan Banggar.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan satu legislator yakni Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengembangan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

(Baca Juga : Periksa Kahar Muzakir, KPK Telusuri Peran Banggar di Kasus Suap DAK Kebumen)

Taufik diduga menerima suap sebesar Rp3,65 miliar untuk memuluskan DAK Kabupaten Kebumen. Uang suap tersebut diterima Taufik disinyalir s‎ebagai fee atas pemulusan perolehan DAK fisik untuk Kebumen dari APBN Perubahan 2016.

Atas perbuatannya, Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

(Baca Juga : KPK Panggil Dua Anggota DPR dan Pejabat Kemenkeu Terkait Suap DAK Kebumen)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini