nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Gigihnya Kakek 90 Tahun Jualan Sayur Pakai Sepeda Keliling Boyolali

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 11:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 512 2017240 melihat-gigihnya-kakek-90-tahun-jualan-sayur-pakai-sepeda-keliling-boyolali-SrOSLg7Nrk.jpg Mbah Mul tetap gigih menjajakan sayurnya menggunakan sepeda keliling Boyolali. (Foto: Instagram @kuliner.neng.solo)

SOLO – Hidup adalah perjuangan bagi Mbah Mul (90), warga Boyolali, Jawa tengah. Pria tua ini hidup hanya berdua dengan sang istri, Mbah Ngadiyem (85). Guna memenuhi kehidupan sehari-hari, Mbah Mul menjajakan sayuran secara berkeliling di sekitar Pasar Mangu, Ngemplak, Boyolali.

Mengutip dari informasi yang dibagikan akun Instagram @kuliner.neng.solo, Rabu (13/2/2019), Mbah Mul menjajakan sayur dagangannya, seperti daun ketela dan jagung, tanpa kenal lelah. Dengan menuntun sepeda tuanya, Mbah Mul berkeliling wilayah sekitar Pasar Mangu dengan sabar.

Di usia senja, Mbah Mul mengalami penurunan pendengaran. Kedua anaknya telah meninggal dunia setengah tahun lalu. Kini Mbah Mul hanya hidup berdua saja dengan sang istri. Namun, kondisi raga yang telah melemah bukan alasan baginya untuk bermalas-malasan. Mbah Mul harus mencari nafkah untuk menopang kehidupannya bersama sang istri tercinta.

(Baca juga: Hikayat Mbah Jangkung, Sang Penyebar Islam di Boyolali)

"Raga yang sudah tua harusnya Beliau gunakan untuk beristirahat di rumah, namun agar bisa tetap makan sehari-hari beliau tetap bekerja. Walaupun memang hasilnya tidak seberapa, Beliau tetap berjuang terus, demi sang istri Mbah Ngadiyem yang dengan setia menunggunya di rumah," tulis @kuliner.neng.solo yang membagikan video kehidupan Mbah Mul dan Mbah Ngadiyem.

View this post on Instagram

. Ijinkan saya memperkenalkan beliau, beliau adalah Mbah Mul (90 Tahun) penjual sayur keliling di Pasar Mangu Boyolali ☺ . Beliau hidup hanya berdua dengan istrinya, Mbah Ngadiyem (85 tahun), setiap hari beliau menjajakan sayuran yang jumlahnya tidak begitu banyak (daun ketela, jagung, dsb.) dengan cara berkeliling di sekitar Pasar Mangu Boyolali, sambil menuntun sepeda tua yang selalu setia menemaninya, beliau hanya mampu untuk menuntun sepedanya, karna mungkin beliau sudah tidak mampu lagi untuk sekedar mengayuh sepedanya berkeliling Pasar Mangu. . Ketika saya bertanya kepada beliau pada saat di rumahnya, ternyata beliau juga sudah mengalami penurunan pendengaran, sehingga harus sedikit bersuara keras saat mengajak beliau untuk berbicara. . Saya bertanya kepada beliau, dimana anak-anaknya, sambil menjawab dengan menahan tangis, beliau berkata bahwa kedua anaknya sudah meninggal setengah tahun yang lalu, saya pun tak kuasa menahan tangis ketika mendengar cerita beliau dan mengetahui keadaan beliau hanya hidup berdua sebatang kara, tanpa ada yang membantu untuk sekedar mencari nafkah. raga yang sudah tua harusnya beliau gunakan untuk beristirahat di rumah, namun agar bisa tetap sekedar makan sehari-hari beliau tetap gunakan untuk bekerja, walaupun memang hasilnya tidak seberapa, tetapi beliau tetap berjuang terus, demi sang istri Mbah Ngadiyem yang dengan setia menunggunya dirumah. . Semoga sedikit cerita yang saya sampaikan ini dapat menginspirasi untuk kita semua agar selalu semangat dan tidak berpangku tangan. . Bagi teman teman yang bertemu dengan beliau boleh sekali di beli sayurannya, dilarisi agar beliau tidak perlu pulang larut malam, dan bisa segera beristirahat dirumah. . 🔰 BERSEDEKAH BUKAN TENTANG SEBERAPA BESAR DAN SEBERAPA BERHARGANYA HAL YANG KAU BERI, NAMUN SEBERAPA TULUS DAN IKHLASNYA APA YANG INGIN KAU BERI.🔰 . 🏠 MBAH MUL (90 TAHUN) 🔰 BERKELILING BERJUALAN SAYUR DI PASAR MANGU BOYOLALI ⏰ 11.00 - HABIS . #ceritakulinerku . @cakbudi_ @ketimbang.ngemis.soloo @pemkab_boyolali @dolanboyolali @boyolalikita @jelajahsolo @soloinfo @agendasolo @kotasolo_fp @ganjar_pranowo @polresboyolali

A post shared by KULINER SOLO (@kuliner.neng.solo) on

Mbah Mul hanya berjualan ketika panen. Kehidupannya bersama sang istri sangat memprihatinkan. Pasangan ini tinggal di rumah tua berdinding kayu berdua saja. Mereka tidur beralaskan tikar. Kisah pilu tentang perjuangan hidup Mbah Mul menarik perhatian sejumlah warganet.

Selain mendoakan kesehatan bagi Mbah Mul dan Mbah Ngadiyem, ada sejumlah warganet yang berniat memberikan bantuan. Mereka sangat prihatin melihat kehidupan Mbah Mul yang serba pas-pasan.

(Baca juga: 4 Model Pemimpin Menurut Rasulullah Ini Bisa Jadi Referensi di Pemilu)

"Mereka sudah tua, hidup cukup, bahkan pas-pasan. Tapi, mereka selalu bekerja. Sehat selalu yang mereka harapkan. Bukan materi atau gengsi, mereka bahkan tidak peduli lagi. Mereka selalu bersyukur masih diberi umur panjang, sehat, dan bisa makan. Mereka mampu hidup tenang dan bahagia walau sederhana. Pengin bantu mbah itu, yuk cari yang open donasi, kabar gaes," tulis @ritadayanti.

"Mudah-mudahan sehat selalu mbah. Banyak rezeki, selamat dunia akhirat," komentar @benfull.grafika.

"Semoga diberi rezeki yang melimpah, kesehatan, dan umur panjang, amin," tulis @galihnuryullianadewi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini