Daerah Dukung PIP untuk Dilanjutkan
Sementara itu, Pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta mendukung Program Indonesia Pintar (PIP) terus berjalan yang menjadi bagian dari Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan. Hingga tahun 2018, sebanyak 46.001 siswa di Kabupaten Gunungkidul telah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), terdiri atas 32.509 siswa Sekolah Dasar (SD), dan 13.492 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kami mendukung agar PIP dapat terus berjalan, dan berharap supaya semua siswa yang membutuhkan bisa memperoleh manfaat dari program tersebut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Bahron Rosyid.
Bantuan dana manfaat PIP diberikan kepada siswa miskin dan rentan miskin, atau siswa yang berada di panti asuhan. Dana PIP digunakan untuk membiayai kebutuhan personal siswa guna mendukung keberlanjutan pendidikannya. “Peran KIP sangat membantu siswa miskin atau rentan miskin dalam mendapatkan layanan pendidikan. Kami berharap program tersebut dapat terus dijalankan,” harap Bahron.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Paranto, membenarkan bahwa PIP sangat membantu mencegah siswa putus sekolah dan mengembalikan siswa yang putus sekolah kembali ke sekolah. "PIP Sangat bermanfaat sekali, banyak anak-anak yang tertolong," ujar Paranto.
Paranto menceritakan pengalamannya ketika sedang berobat di salah satu dokter di daerahnya. Ketika itu, katanya, Ia melihat anak usia sekolah menjadi tukang parkir di tempat itu. Ketika dia bertanya kepada anak tersebut tentang statusnya, apakah bersekolah atau tidak, anak tersebut menjawab tidak bersekolah, karena tidak adanya biaya. Dari dialog singkat itu, Paranto langsung mendata anak tersebut dan mengupayakannya agar dapat bersekolah kembali hingga mendapat ijazah paket A, dan nantinya akan berlanjut ke paket B dan C.
Keberadaan PIP yang berhasil menarik peserta didik untuk kembali bersekolah seperti peristiwa di atas, banyak terjadi di Kabupaten OKU. "Ini bukan satu atau dua, bahkan 10 atau 20 siswa yang seperti ini," ungkapnya.
Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap Program Indonesia Pintar, membuat Paranto berharap agar PIP dilanjutkan supaya semakin banyak memberikan manfaat kepada anak-anak yang membutuhkan. ‘’Saya berharap PIP dapat terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu,’’ pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, juga berkomitmen mendukung Program Indonesia Pintar yang digagas Pemerintah untuk memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin atau anak-anak di panti asuhan.
“PIP merupakan program yang berpihak kepada masyarakat miskin. Melalui program tersebut dapat membantu biaya pendidikan sehingga memotivasi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Aspansius.
PIP Duduki Peringkat Kedua Layanan Pemerintah Paling Menyentuh Masyarakat
Program Indonesia Pintar menempati peringkat kedua di bawah Program Indonesia Sehat sebagai layanan pemerintah yang paling menyentuh masyarakat. Penilaian tersebut berdasarkan hasil survei salah satu lembaga survei nasional. Terkait hal itu, Presiden RI, Joko Widodo, menginstruksikan agar cakupan PIP diperluas kepada anak-anak peserta didik pendidikan non formal, tidak hanya pendidikan kesetaraan, tetapi juga program pendidikan kursus.
Pesan Presiden tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat meninjau lokasi pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2019, di Pusdiklat Pegawai Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
“Presiden, Joko Widodo, berpesan agar cakupan KIP diperluas kepada anak-anak yang mengikuti program pendidikan non formal, tidak hanya pendidikan kesetaraan tetapi juga program pendidikan kursus,” jelas Mendikbud.
“Nanti ada skema melalui PIP atau skema lain agar dapat memperbesar jumlah peserta yang mengikuti program pendidikan kursus, sehingga dapat memperkuat target pemerintah untuk penyiapan tenaga kerja berkompeten," terang Mendikbud.
Mendikbud mengatakan, terdapat dua sasaran Program Indonesia Pintar. Pertama adalah menjamin tidak lagi ada siswa yang drop out, dan yang kedua menjamin siswa dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. "Ke depan akan memperkuat program wajib belajar 12 tahun,” tutur Mendikbud.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.