nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uni Eropa Masukkan Arab Saudi dan Panama dalam "Daftar Hitam" Terkait Pencucian Uang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2017842 uni-eropa-masukkan-arab-saudi-dan-panama-dalam-daftar-hitam-terkait-pencucian-uang-HCBGg0Arnh.jpg

STRASBOURG – Komisi Eropa memasukkan Arab Saudi, Panama dan Nigeria dan beberapa yurisdiksi lainnya ke dalam daftar hitam negara-negara yang dipandang memberikan ancaman bagi Uni Eropa (UE) karena lemahnya kontrol terkait pembiayaan terorisme dan pencucian uang. Namun, langkah itu mendapat kritik dari beberapa negara anggota UE sendiri.

Diwartakan Reuters, Kamis (14/2/2019), langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan keras yang diambil UE menyusul sejumlah skandal pencucian uang di bank-bank mereka. Beberapa negara UE, termasuk Inggris yang khawatir akan hubungan ekonomi mereka dengan negara-negara yang masuk ke dalam daftar tersebut, terutama dengan Arab Saudi, mengkritik langkah tersebut.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan “menyesali” langkah UE itu dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita SPA. Riyadh menambahkan bahwa “komitmen Arab Saudi untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah prioritas strategis ”.

Sementara itu Panama mengatakan bahwa negaranya seharusnya tidak dimasukkan ke dalam daftar tersebut karena baru-baru ini mengadopsi aturan yang lebih ketat tentang pencucian uang.

Meski mendapat banyak tekanan, UE memutuskan untuk tetap memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar tersebut.

Selain nama buruk yang didapat pada reputasinya, pihak-pihak yang masuk dalam daftar itu akan melalui proses yang lebih rumit saat melakukan hubungan finansial dengan UE. Bank-bank dari negara anggota blok ekonomi itu diharuskan melakukan pengecekan tambahan pada setiap pembayaran yang melibatkan entitas dari yurisdiksi yang namanya termasuk di dalam daftar tersebut.

Saat ini ada 23 yurisdiksi yang termasuk di dalam “daftar hitam” UE itu, bertambah dari jumlah 16 yurisdiksi pada tahun lalu. Komisi Eropa menambah daftar itu dengan yurisdiksi yang memiliki "kekurangan strategis dalam tindakan anti pencucian uang dan melawan rezim pendanaan teroris".

Negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut adalah: Afghanistan, Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Yaman, Libya, Botswana, Ghana, Samoa, Bahama, dan empat wilayah Amerika Serikat di Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS, Puerto Riko, Guam, Arab Saudi, Panama dan Nigeria.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini