nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Potongan Tubuh WNI Korban Mutilasi di Malaysia yang Masih Disimpan Pelaku

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017858 ada-potongan-tubuh-wni-korban-mutilasi-di-malaysia-yang-masih-disimpan-pelaku-h4gFdls5JP.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Sekretaris National Central Bureau Interpol (NCB) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Brigjen Napoleon Bonaparte mengatakan, hingga kini Polisi Diraja Malaysia (PDRM) masih mencari sisa potongan tubuh bos tekstil asal Bandung, Nuryanto dan rekannya Ai Munawaroh.

Nuryanto dan Ai Munawaroh diduga menjadi korban mutilasi ketika berada di Malaysia. "Laki-laki itu bodi ada, kepala tidak ada, tangan dua-duanya ada, paha kiri ada, paha kanan tak ada. Kalau yang perempuan bodi lengkap tanpa kepala," tutur Napoleon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Napoleon memprediksi, sisa potongan tubuh kedua Warga Negara Indonesia (WNI) itu diduga disembunyikan di suatu tempat oleh para pelaku. Namun hingga kini belum ditemukan lokasi sisa potongan tubuh korban.

"Dengan kondisi potongan tubuh yang belum ditemukan termasuk kepala, diperkirakan pasti di tempat lain itu pasti disimpan," ujarnya.

Ilustrasi.

PDRM saat ini masih terus melakukan pencarian di sepanjang Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Mengingat, di sanalah pertama kali jasad korban ditemukan.

(Baca juga: Polri Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia Adalah WNI)

"PDRM sudah berupaya keras untuk mencari sepanjang sungai tapi belum ditemukan," ucap Napoleon.

Polri sudah menawarkan diri untuk ikut membantu pencarian sisa potongan tubuh dua korban itu. Namun, permintaan itu masih ditolak oleh otoritas Malaysia.

"Kami sudah tawarkan diri tapi PDRM bilang dia akan mencoba mencari dulu," kata dia.

Saat ini, PDRM sudah mengamankan dua warga negara Pakistan yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, otoritas Malaysia belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia. Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia. Korban terjadwal akan pulang pada 23 Januari 2019.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini