Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerkindo Gelar Seminar Transformasi Politik Menuju Bangsa Sejahtera di Manado

Subhan Sabu , Jurnalis-Jum'at, 15 Februari 2019 |20:08 WIB
Gerkindo Gelar Seminar Transformasi Politik Menuju Bangsa Sejahtera di Manado
A
A
A

MANADO - Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) organisasi sayap dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bekerjasama dengan Gereja khususnya Persekutuan ereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Sulawesi Utara (Sulut) yang merupakan wadah yang terdiri dari 89 Sinode Gereja aliran Pantekosta se Indonesia yang menyelenggarakan seminar Politik di Kota Manado.

"Seminar politik tentang bagaimana peranan pemimpin kristen untuk membangun bangsa Indonesia supaya sejahtera melalui bidang politik," ujar Ketua DPP Gerkindo, Pendeta Yerry Tawalujan, Jumat (15/2/2019).

Intinya menurut Pdt Yerry, memberikan edukasi politik kepada pemimpin-pemimpin gereja jangan sampai gereja dan pemimpin gereja hanya fokus keibadah dalam gereja saja tapi bidang politik adalah salah satu bidang utama untuk membangun bangsa supaya sejahtera.

Inilah yang menurut Pdt Yerry harus diketahui dan semakin dipahami oleh para pemimpin gereja karena pemimpin-pemimpin gereja itu memiliki jutaan umat dan dari jutaan umat mereka ada juga calon-calon anggota legislatif dari gereja.

Selama ini lanjut Pdt Yerry, para caleg dan anggota legislatif yang sudah terpilih sering mengatakan mereka tidak dipayungi oleh gereja, tidak dipersiapkan oleh gereja dan hanya berjuang sendiri.

Oleh karena itu, Gerkindo bersama PGPI mengadakan seminar penyadaran politik tersebut supaya pemimpin gereja semakin menyadari bahwa ada tanggung jawab politik di pundak para pemimpin gereja minimal untuk mempersiapkan warga gereja yang mau ikut kontestasi pemilu 2019 supaya siap.

"Pemimpin gereja bisa mengkomunikasikan kepada jemaatnya ikut sukseskan pemilu 2019 jangan golput tetapi pilihlah calon-calon yang terbaik siapapun itu dari partai manapun itu yang penting membawa visi supaya Indonesia makin sejahtera makin maju dan Indonesia akan menjadi negara yang tangguh di dunia," jelas Pdt Yerry.

Lebih lanjut Pdt Yerry mengatakan bahwa selain ada edukasi politik, kami juga memperkenalkan para caleg supaya caleg ini dapat diketahui dan dikenal oleh para pimpinan gereja dan jemaat, itulah sebabnya ada beberapa caleg yang dihadirkan.

"Sekitar 20 caleg yang hadir, kami memperkenalkan kepada pemimpin gereja bahkan didoakan supaya kalau mereka terpilih, mereka betul-betul bisa melakukan politik bersih yang murni dengan integritas yang tinggi sebagai wakil-wakil dari gereja-gereja untuk nanti terpilih," tambah Pdt Yerry.

Pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka yang juga turut hadir mengatakan bahwa ini menjadi tantangan besar buat beberapa caleg khususnya yang dekat dengan keagamaan karena warna mereka akan ditunggu, warna religinya akan ditunggu.

"Ke depannya memang tantangannya seperti itu karena suka atau tidak suka ada kekecewaan dari sebagian masyarakat tentang kinerja dari wakil rakyat nah bagaimana dengan caleg yang berikutnya yang kebetulan dalam tanda petik sudah mendapat pembekalan ringan juga," jelas Taufik Tumbelaka.

Kedepan, persoalannya menurut Tumbelaka adalah nanti ketika mereka duduk, perjuangannya jelas atau tidak karena arahnya kemana perjuangan ini yang menjadi warna dan kita tunggu karena mejawab kekecewaan anggota dewan sebelumnya.

"Dan yang paling penting adalah mereka sudah didoakan di rumah Tuhan dan persoalan di situ adalah tanggung jawab moral mereka dan tanggung jawab moral mereka kepada yang di atas," kata Tumbelaka.

Terkait peluang yang dimiliki oleh para caleg yang juga Pendeta menurut Tumbelaka ada beberapa pendeta memang untuk di DPRD Provinsi Sulawesi Utara pernah tembus bahkan pernah jadi ketua DPRD Provinsi Sulut, kedepannya peluang mereka ada tapi yang paling penting adalah bukan persoalan peluangnya, tetapi ketika mereka duduk, perjuangannya itu yang memang dinanti oleh umat atau jemaatnya.

"Nah ini yang tantangan terbesar dan ini menjadi bola panas yang tidak mudah diatasi, kalau melihat perjalanan yang lalu-lalu ada beberapa pendeta yang masuk, kinerjanya tidak di bilang buruk, tapi mestinya bisa lebih dari itu karena memang mereka punya kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh oknum politik lainnya karena mereka mempunyai kekuatan dikependetaan atau kerohaniawan itu," tutupnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement