nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Meledak, Granat yang Tewaskan Dua Bocah Dikira Onderdil Mobil

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 16:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 15 525 2018463 sebelum-meledak-granat-yang-tewaskan-dua-bocah-dikira-onderdil-mobil-KTjwmMcjkm.jpg Lokasi granat meledak di Bogor. (Foto: Putra Ramadhani/Okezone)

BOGOR – Granat GLM, yang menewaskan dua anak dan melukai satu orang di Kampung Wangun Jaya, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Salah satunya dirasakan oleh Abdul Majid (45), ayah dari Muhammad Mubarok (10). Abdul mengaku masih terbayang detik-detik granat meledak dekat anaknya pada Kamis 14 Februari 2019.

"Kemarin siang, saya lagi di dalam rumah, terus kaget dengar suara ledakan dari samping rumah. Saya keluar itu lihat anak saya sama dua temannya sudah tergeletak, bau bahan peledak gitu," kata Abdul, saat ditemui Okezone, di rumahnya, Jumat (15/2/2019).

Foto: Putra R/Okezone

Melihat kondisi Mubarok yang sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, Abdul bersama warga sekitar langsung bergegas membawannya ke RSUD Leuwiliang. Namun nahas, nyawa anak bungsu dari empat bersaudara itu tidak dapat tertolong.

(Baca Juga: Temukan Granat di Area Latihan TNI AD, Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan)

"Saya enggak bisa mikir apa-apa langsung saya bawa ke rumah sakit tapi meninggal dunia. Kalau temannya sempat dirawat, tapi (Doni) meninggal kemarin malam, satu lagi masih dirawat," jelas Abdul.

Menurut Abdul, granat yang dibawa anaknya itu sudah berada di rumah sejak Minggu 10 Februari 2019. Namun karena bentuknya yang asing, Abdul tidak menyangka bahwa barang tersebut merupakan granat yang masih aktif.

Foto: Putra R/Okezone

"Saya enggak tahu itu apa, saya kira onderdil mobil. Sudah ada di rumah dari hari Minggu, karena asing sempat dibuang sama istri saya, dimasukin ke kaleng susu, tapi ditemuin lagi sama anak saya terus dimainin," kata dia.

Abdul mengaku sudah ikhlas atas kepergian putranya. Namun, istrinya Siti Nurhasanah masih syok karena melihat putranya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

"Ini sudah kehendak Allah, saya kuat-kuatin. Kalau istri saya masih syok, masih kebayang-bayang anak saya," tutup Abdul seraya menitikkan air mata.

Muhammad Mubarok (10) dan Muhammad Doni (14) tewas akibat ledakan granat GLM di Kampung Wangun Jaya.

Granat itu didapat mereka dari area Lapangan Tembak milik TNI AD. Sebelum meledak, granat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan batu di samping rumahnya. Mubarok dan Doni pun tewas dan satu temannya bernama Khoirul Islami masih dirawat di RSUD Leuwiliang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini