nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berusia Tua, Gajah Koleksi TSTJ Solo Ditemukan Mati di Kandang

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 01:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 17 512 2018999 berusia-tua-gajah-koleksi-tstj-solo-ditemukan-mati-di-kandang-cXnu0phlnv.jpg (Foto: TSTJ Solo)

SOLO – Salah satu hewan gajah yang menjadi koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, ditemukan mati di kandangnya. Matinya gajah yang diberi nama Jati itu dikarenakan sudah berusia sangat tua, yaitu 55 tahun.

Direktur Utama Perumda TSTJ Solo Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso saat dikonfirmasi membenarkan gajah Jati ditemukan mati.

"Jati matinya itu pada 5 Februari 2019, bukan baru saja. Jati mati karena faktor sudah tua, sudah berusia 55 tahun," ucap Bimo, Sabtu 16 Februari 2019.

Ia mengatakan, praktis dengan matinya Jati, koleksi hewan gajah yang dimiliki TSTJ tinggal dua ekor.

"Tinggal dua ekor yaitu Dian yang juga sudah berusia 50 tahun dan satunya lagi Manohara anak dari Jati dan Dian yang baru berusia 10 tahun," kata Bimo.

Jati, ujar dia, mulai menghuni TSTJ pada Juni 1984. Saat didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Jati baru berusia 20 tahun.

Selama menghuni TSJT, Jati yang merupakan gajah liar saat ditangkap di Way Kambas ini merupakan hewan andalan kebun binatang kebanggan warga Solo. Bahkan saat memperingati hari gajah sedunia pada 13 Agustus, ketiganya juga dilibatkan.

Praktis dengan matinya Jati, pihak TSTJ membutuhkan gajah jantan. Sebab kini di TSTJ tersisa dua gajah berjenis perempuan, sehingga diperlukan gajah pejantan untuk membuahi betina.

(Foto: TSTJ Solo)

Bimo mengatakan, hanya saja untuk mendatangkan gajah jantan tak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, meskipun menggunakan prosedur pertukaran satwa, izin dari BKSDA harus ada.

"Kami sudah menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan beberapa lembaga konservasi lain untuk upaya ini," ujar dia.

Proses selanjutnya, lanjut Bimo, dari BKSDA mengirim surat ke Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kalau kementerian menyetujuinya, baru pertukaran bisa dilakukan. Tapi bila kementerian tidak menyetujuinya, pertukaran tidak bisa dilakukan. Apabila dapat koleksi baru, kami bisa memasangkan dengan Dian maupun Monahara," ujarnya.

(han)

Berita Terkait

gajah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini