Kasus Oknum Guru Cabuli Siswi SD, Arist Merdeka Sirait Investigasi Langsung ke Malang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 18 Februari 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 519 2019804 kasus-oknum-guru-cabuli-siswi-sd-arist-merdeka-sirait-investigasi-langsung-ke-malang-oq8BfWMmk6.jpg Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait Investigasi Kasus Oknum Guru SD Cabuli Siswi di Malang (foto: Avirista M/Okezone)

MALANG - Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru olahraga yang merupakan oknum PNS dengan korban setidaknya 20 siswi di sekolah dasar (SD) di Kota Malang menarik perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Bahkan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait turut gunung melakukan investigasi langsung mendatangi SD di Jalan Wahid Hasyim Gang II Nomor 20, Kelurahan Kauman, Klojen, Kota Malang, pada Senin (18/2/2019).

(Baca Juga: 13 Saksi Diperiksa terkait Dugaan Guru Cabuli Siswi SD) 

Arist bersama Komnas PA Malang tiba dan langsung memasuki ruangan dan diterima langsung oleh kepala sekolah (Kepsek) Irina Rosemaria.

Usai melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, Arist Merdeka Sirait membenarkan telah terjadi dugaan pencabulan yang dilakukan pihak guru sebagaimana dijelaskan kepala sekolah.

 

"Kami barusan mendapat informasi dari tangan pertama terduga IM itu bekerja di sini sebagai ASN untuk mengajar mata pelajaran olahraga yang pindah dari sekolah satu ke sekolah dan terakhir diakui oleh Kepsek bekerja di sini," terang Arist Merdeka usai menemui pihak sekolah.

Pihak Kepsek sebagaimana pengakuan kepada dirinya, membenarkan adanya dugaan pencabulan saat olahraga yang terjadi di ruang ganti dan ruang UKS.

"Pengakuannya korbannya 20 orang lebih, minimal melakukan meraba - raba beberapa kali," ujarnya.

Tak cukup itu dari informasi yang disampaikan pihak sekolah mengakui oknum guru tersebut juga turut memegang alat kelamin para siswinya.

(Baca Juga: 9 Siswi SD Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pencabulan Oknum Guru di Malang)

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait Investigasi Kasus Guru SD Cabuli Siswi di Malang (foto: Avirista/Okezone)

"Membuka baju, meraba dan memegang alat vital dengan memasukkan jarinya. Ini memerlukan tindakan visum lebih lanjut, apakah betul dia menggunakan jarinya," bebernya.

Ia juga mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang untuk kooperatif bertindak membantu kepolisian menyelesaikan dugaan pencabulan ini.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini