Berkarya Kritik KPU soal Surat Suara Tambahan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 23 Februari 2019 15:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 23 605 2021892 berkarya-kritik-kpu-soal-surat-suara-tambahan-9OC2YmkJ07.jpg Priyo Budi Santoso. (Foto : Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pengelolaan surat suara tambahan untuk para pemilih. Priyo mengungkap, surat suara tambahan masih minim yang berpotensi menjegal hak pemilih.

"Beberapa pemilih kita nanti berpotensi tidak bisa mencoblos karena kekurangan kertas suara," kata Priyo saat menghadiri diskusi MNC Trijaya Network bertajuk “Menjaga Suara Rakyat” di D'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Priyo pun mempertanyakan langkah KPU dalam mengakomodasi para pemilih yang mencoblos bukan sesuai dapilnya. Sebab, menurut Priyo, satu suara dapat menentukan calon pemimpin lima tahun mendatang.

Contoh surat suara Pemilu. (Arif Julianto/Okezone)

"Pilihannya hanya 3. Yang pertama mengubah dan merevisi pasal-pasal yang berkaitan dengan ini, yang belum memikirkan klausul, tapi lama," tuturnya.

Kemudian, ditambahkan Priyo, ada kemungkinan untuk melakukan judicial review (JR) terkait teknis pemungutan suara. Namun memang, diakui Priyo, judicial review tidak mudah kecuali Mahkamah Konstitusi (MK) menjadikan JR tersebut fokus utama.

(Baca Juga : Bawaslu Masih Kaji Dugaan Pelanggaran Pemilu di Munajat 212)

"Ketiga, ada teman-teman yang mengusulkan dan ini halal, tapi saya tidak anjurkan, ialah dengan mengeluarkan Perppu. Jadi Presiden mengeluarkan Perppu," ujarnya.

(Baca Juga : Perindo Optimis Angka Golput di Pemilu 2019 Menurun Dibandingkan 2014)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini