3 Perempuan Kampanye Jokowi Legalkan LGBT Jika Terpilih, TKD: Ini Kriminal

Mulyana, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 15:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 25 605 2022558 3-perempuan-kampanye-jokowi-legalkan-lgbt-jika-terpilih-tkd-ini-kriminal-gGJUdf12H8.jpg Ketua TKD Jokowi-Maruf Amin di Jawa Barat, Dedi Mulyadi (foto: Okezone)

PURWAKARTA - Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara mengenai video dua 'emak-emak' tengah berkampanye hitam dari rumah ke rumah yang saat ini ramai diperbincangkan di Kabupaten Karawang.

Seperti diketahui, dalam video yang viral di jejaring media sosial itu, tampak dua orang wanita mengajak warga agar tak memilih Jokowi. Karena, kata mereka dalam video itu, jika Jokowi sampai dua periode tak akan ada lagi suara kumandang adzan dan akan melegalkan pernikahan sejenis atau LGBT.

Video Perempuan Kampanye Menyebut Jokowi Pro LGBT dan Melarang Adzan (foto: Screenshot Youtube)

(Baca Juga: Perempuan yang Kampanye Jokowi Menang 'LGBT Disahkan dan Azan Dilarang' Ditangkap di Jabar) 

"Menurut saya, kasus ini sudah mengarah kepada tindakan-tindakan kriminal. Karena, yang namanya kampanye itu harusnya menawarkan visi-misi calon yang diusungnya atau yang akan dipilihnya," ujar Dedi saat dikonfirmasi Okezone di Purwakarta, Senin (25/2/2019).

Dedi berpendapat, seharusnya berkampanye dengan sehat, bukan malah membuat fitnah-fitnah baru yang semakin memperuncing keadaan. Sehingga, dia sebut, tindakan yang dilakukan oleh tiga orang itu murni kriminal.

"Apakah resmi atau tidak resmi berafiliasi dengan nomor urut 02, tindakan mereka tidak bisa dibenarkan. Ini lebih mengarah ke kriminal. Tentunya, ini harus menjadi keprihatian semua pihak," tutur dia.

Dia pun tak habis pikir, bagaimana bisa ucapan yang diucapkan mereka bertentangan dengan nalar. Apalagi, sampai menyebutkan jika nomor urut 01 menang, adzan akan dilarang, perempuan dan laki-laki diperbolehkan menikah sesama jenis.

"Ini hal yang tak masuk akal dan tak mungkin terjadi. Apalagi, pasangan 01 ini Capresnya seorang muslim yang taat, puasa Senin- Kamisnya terbukti rajin. Kemudian, cawapresnya juga begitu, bahkan beliau adalah Mbahnya Ulama," kata Dedi.

Jadi, kata dia, sangat mustahil jika pasangan ini menang akan mengeluarkan kebijakan seperti itu. Misalnya, ada larangan adzan,untuk salat, ngaji kemudian lainnya. "Kalau memang benar nanti seperti itu,mungkin saya akan menjadi orang pertama yang menentangnya," ucap mantan Bupati Purwakarta itu.

(Baca Juga: Ini 3 Perempuan Diciduk Polisi Diduga Kampanye Jokowi Menang 'LGBT Disahkan dan Adzan Dilarang') 

Dalam hal ini, dia berharap, siapapun itu jangan lagi membangun fitnah-fitnah baru. Hal seperti ini, yang harus segera dihentikan. Pihaknya pun mengapresiasi tindakan polisi. Sebab, menurut Dedi, jika tak segera dilakukan tindakan tegas dikhawatirkan akan semakin banyak orang yang berbuat seenaknya jelang Pilpres 2019.

"Memang sudah seharusnya ada langkah hukum yang ditegakkan. Pada siapapun pihak yang memang melanggar hukum. Termasuk kalau ada yang serupa di 01, ya dipersilahkan untuk di proses hukum," ungkap dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini