Menangkan Jokowi-Amin, TKN, Parpol dan Relawan Terus Bersinergi hingga Hari Pencoblosan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 16:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 605 2022573 menangkan-jokowi-amin-tkn-parpol-dan-relawan-terus-bersinergi-hingga-hari-pencoblosan-MOj7vlFLWX.jpg TKN Jokowi-Ma'ruf Amin (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan relawan terus bersinergi melakukan berbagai konsolidasi hingga hari H pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang. Tujuannya untuk memenangkan paslon nomor urut 01.

“Gerak Pemenangan Jokowi-Ma'ruf dijalankan terpadu oleh tiga unsur utama, Koalisi Partai Politik, Tim Kampanye Nasional, serta relawan politik dan gerakan komunitas. Setiap unsur bergerak dengan karakternya masing-masing, bersinergi di bawah koordinasi Erick Thohir,” kata Ketua Cakra 19, Andi Widjadjanto dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (25/2/2019).

Debat Capres, Visi & Misi HAM Jokowi Dinilai Lebih Maju

(Baca Juga: 3 Kartu Baru Jokowi Dinilai Manifestasi Jawaban Problem Rakyat) 

Andi menilai, "tangan dingin" Erick Thohir selaku Ketua TKN mampu mempersatukan kerja-kerja politik berbagai unsur yang ada demi memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, termasuk dengan Bravo-5 dan Cakra 19.

Relawan Cakra 19 dibentuk pada Agustus tahun lalu. Tim ini berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Tak hanya berisi mantan tentara, Cakra 19 juga beranggotakan warga sipil dan dipimpin oleh Andi Widjajanto.

Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar Eko Wiratmoko, bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Andogo Wiradi, serta bekas Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.

Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menuturkan, Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Keduanya berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan parpol pengusung. Sementara itu, kata Andi, direktur yang ada di jajaran TKN juga terus bergerak melakukan konsolidasi, baik darat maupun udara.

“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” beber Andi.

“Selain itu, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan Ma'ruf melakukan gerakan kinetik di daerah," sambung dia.

Untuk gerakan di darat, Andi menjelaskan, konsolidasi dilakukan mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.

“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil - dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” ujar dia.

Salah satu simpul utama yang muncul kuat di 2019 adalah gelombang alumni. Menurut Andi, Gelombang yang tidak muncul di 2014 ini merupakan gerakan organik yang bersifat bottom up, dan mutlak mengarah ke Jokowi.

(Baca Juga: 3 Perempuan Kampanye Jokowi Legalkan LGBT Jika Terpilih, TKD: Ini Kriminal) 

“Gerakan Alumni ini memberikan dampak pengaruh yang yang luas karena merupakan kesadaran moral dan etis dari kaum terpelajar dan menengah untuk mengekpresikan kewarasan berpolitik demi masa depan bangsa dan negara. Gerakan Alumni yang diawali dengan deklarasi dukungan bagi Jokowi sekarang sudah menjadi gerakan kelas menengah untuk mengamankan suara 01,” jelasnya.

“Sinergi lintas tim dan triangulasi strategi darat-udara efektif dilakukan Parpol, TKN, dan simpul relawan. Yang perlu dilakukan sekarang adalah menjaga momentum dan gaspol hingga 17 April,” ucap Andi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini