nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan Dunia: Inggris Harus Kembalikan Kepulauan Chagos pada Mauritius

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 26 18 2023058 pengadilan-dunia-inggris-harus-kembalikan-kepulauan-di-samudera-hindia-pada-mauritius-H3KbIkdvUp.jpg Pulau Diego Garcia, salah satu pulau di Kepulauan Chagos yang menjadi lokasi pangkalan udara AS. (Foto: Reuters)

DEN HAAG – Pengadilan Internasional (ICJ) pada Senin mengatakan kepada Inggris untuk menyerahkan kendalinya Kepulauan Chagos di Samudera Hindia kepada pemilik aslinya, Mauritius. Pengadilan juga menyatakan bahwa pada 1970, Inggris telah memaksa populasi kepulauan itu untuk pergi demi menjadikannya pangkalan udara Amerika Serikat (AS).

Inggris memisahkan Kepulauan Chagos dari teritori koloninya, Mauritius pada 1965, tiga tahun sebelum London memberikan kemerdekaan kepada Mauritius. Namun, Inggris tidak memberikan kembali kontrol Kepulauan Chagos pada negara itu.

Pada awal 1970-an, Inggris mengusir hampir 2.000 penduduk Kepulauan Chagos ke Mauritius dan Seychelles untuk membuat jalan bagi pembangunan pangkalan di pulau terbesar, Diego Garcia, yang saat ini disewa oleh Amerika Serikat.

Dalam pendapat yang tidak mengikat, pengadilan tinggi PBB untuk perselisihan antar negara mengatakan bahwa Inggris telah bertindak melawan hukum dalam proses dekolonisasi dan harus melepaskan kendali atas pulau-pulau yang disebut sebagai Wilayah Inggris di Samudera Hindia itu.

Meski tidak diminta untuk mengeluarkan pendapat mengenai kedaulatan, keputusan Pengadilan Internasional, atau yang juga dikenal dengan sebutan Pengadilan Dunia, pada Senin secara efektif mendesak Inggris untuk menyerahkan kepulauan yang telah mereka kuasai sejak 1814 itu kepada Mauritius.

Hakim Abdulqawi Yusuf dalam putusannya mengatakan bahwa “Inggris berkewajiban untuk mengakhiri administrasi Kepulauan Chagos secepat mungkin".

Selama bertahun-tahun penduduk Kepulauan Chagos telah melobi London untuk membiarkan mereka kembali ke kampung halaman mereka. Namun, pada 2016, Inggris memperpanjang sewa Diego Garcia untuk Amerika Serikat hingga 2036 dan mengatakan penduduk pulau yang diusir tidak bisa kembali.

Perdana Menteri Mauritius Pravind Jugnauth mengatakan putusan ICJ itu adalah "momen bersejarah bagi Mauritius dan semua rakyatnya, termasuk Chagossians, penduduk Kepulauan Chagos, yang tidak secara sukarela dipindahkan dari tanah air mereka dan dicegah untuk kembali selama setengah abad terakhir".

"Integritas teritorial kita sekarang akan dibuat lengkap, dan ketika penyerahan terjadi, Chagossian dan keturunan mereka akhirnya akan dapat kembali ke rumah,” ujarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini