nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendulang Emas yang Hanyut di Area Freeport Ditemukan Tewas Mengenaskan

Saldi Hermanto, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 10:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 26 340 2022869 pendulang-emas-yang-hanyut-di-area-freeport-ditemukan-tewas-mengenaskan-JBzRgGj84l.jpg Jasad Pendulang Emas yang Diduga Hanyut di Area PT Freeport Indonesia Ditemukan Tim SAR Gabungan (Foto: Saldi H/Okezone)

TIMIKA - Bahudin (37) seorang pendulang emas tradisional yang dikabarkan hanyut terseret arus banjir bandang di Kali Kabur Mile Point (MP) 37 (area operasional PT Freeport Indonesia) sejak 16 Februari 2019, berhasil ditemukan tim SAR. Kondisi jasad korban saat ditemukan dalam keadaan mengenaskan, sudah rusak (hancur).

Jasad korban ditemukan Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 06.30 WIT oleh kerabatnya yang merupakan bagian dari tim SAR gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Polsek Kuala Kencana dan keluarga.

Pencarian Seorang Pendulang Emas Diduga Hanyut di Area Freeport (foto: Saldi H/Okezone)

(Baca Juga: Seorang Pendulang Emas Diduga Hanyut di Area Freeport, hingga Kini Belum Ditemukan) 

"Korban ditemukan oleh rekan sesama pendulang emas di Mile 34 sekitar pukul 06.30 WIT. Kemudian dilaporkan di tim SAR gabungan dan dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika," kata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Muhammad di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi Kali Kabur, jasad korban kemudian dievakuasi kembali ke RSUD Mimika. Namun saat tiba di kamar jenazah, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi. Keluarga korban menginginkan jenazah langsung dikirim ke Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan.

Berhubung kondisi jasad korban sudah dalam keadaan rusak, pihak RSUD menyampaikan bahwa pengiriman tidak dapat dilakukan. Akhirnya dilakukan koordinasi bersama pihak kerukunan dan memutuskan rencana pengiriman jenazah ke Palopo, Sulawesi Selatan dibatalkan. Korban akan dimakamkan di pemakaman muslim Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2019, hujan terjadi diwilayah itu dan mengakibatkan banjir bandang. Kali Kabur MP 37 yang merupakan lokasi pendulangan warga secara tradisional dan merupakan area operasional PT Freeport, saat terjadi banjir korban kemudian ikut terseret arus di Kali Kabur, upaya pencarian pun dilakukan kerabat dan keluarga korban.

Setelah dua hari melakukan pencarian dan korban belum ditemukan, akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika untuk dilakukan operasi SAR gabungan.

(Baca Juga: Belum Ditemukan, Pendulang Emas yang Hilang Terseret Arus Diduga Tertimbun Pasir Limbah Freeport)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini