nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD: 3 Emak-Emak Kampanye Hitam ke Jokowi Langgar UU ITE

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 27 337 2023483 mahfud-md-3-emak-emak-kampanye-hitam-ke-jokowi-langgar-uu-ite-Ta4ltCOSvJ.jpg Mahfud MD saat di KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - ‎Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menganggap bahwa penetapan tersangka oleh Polda Jawa Barat terhadap tiga emak-emak di Karawang yang diduga melakukan kampanye hitam (black campaign) terhadap Joko Widodo (Jokowi), sudah tepat.

Tiga emak-emak asal Karawang, Jawa Barat tersebut, yakni Engqay Sugiarti (ES), Citra Widianingsih (CW) dan Ika Peranika (IP). Menurut Mahfud, ketiga emak-emak tersebut masuk ke ranah pidana umum terkait pelanggaran Undang-Undang ITE. Sehingga, pihak Kepolisian berhak mengusut kasus tiga emak-emak tersebut.

"Jadi begini, tiga emak-emak di Karawang tidak melanggar UU Pemilu karena dia bukan caleg, dia bukan paslon, dia bukan tim pemenangan paslon manapun. Tetapi, dia melanggar UU yang sifatnya umum, bukan pemilu yaitu undang undang ITE. oleh sebab itu, itu urusan polisi," tekan Mahfud usai berdiskusi dengan pimpinan KPK, di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

 (Baca juga: 3 Emak-Emak yang Kampanye Hitam ke Jokowi Relawan Prabowo-Sandi)

Mahfud melihat kasus pelanggaran UU ITE yang serupa dengan ‎tiga emak-emak di Karawang tersebut sudah kerap terjadi di Indonesia. Bahkan, sambungnya, dalam kasus ini banyak masyarakat yang percaya terhadap pernyataan provokasi yang diungkap oleh tiga emak-emak tersebut.

"Menurut saya sudah benar polisi itu tinggal pembuktiannya dan pembelaan dirinya di pengadilan. Saya mendukung agar tindakan seperti itu dilakukan karena itu banyak sekali terjadi," ungkapnya.

"Dan parahnya masyarakat itu percaya kepada berita hoaks itu. coba saudara ke kampung-kampung sekarang, masih percaya bahwa pemilu ini main-main," tambah Mahfud.

 (Baca juga: 3 Emak-Emak Kampanye Hitam ke Jokowi soal Azan dan LGBT Ditetapkan Tersangka)

Menteri Pertahanan era Abdurahman Wahid tersebut menjelaskan, apa yang dilakukan tiga emak-emak di Karawang tersebut merupakan hoaks atau berita bohong. Ditekankan Mahfud, tindakan tersebut harus ditindak agar tida mengacaukan Pemilu.

"Jadi tiga emak-emak itu tidak melanggar undang-undang pemilu, tidak melanggar peraturan kampanye karena dia bukan paslon, bukan caleg, dan bukan tim. tetapi dia melanggar undang-undang biasa," jelasnya.

 

Sebelumnya, Polda Jabar telah resmi menetapkan tiga perempuan asal Karawang yakni, ES, IP, dan CW sebagai tersangka. Ketiganya diduga melakukan kampanye hitam terhadap paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam video yang viral, ketiganya menyebut bahwa jika Jokowi terpilih kembali, maka tidak akan ada azan berkumandang serta pernikahan sejenis akan dilegalkan oleh petahana. Video tersebut sempat viral dan menghebohkan jagat media sosial.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini