nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketum PBNU Doakan Jokowi Dapat Kepercayaan Rakyat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 15:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 27 525 2023523 ketum-pbnu-doakan-jokowi-dapat-kepercayaan-rakyat-xtQC3lPzYq.jpg Jokowi hadiri Munas Alim Ulama NU di Banjar, Jawa Barat (Foto: Fakhrizal/Okezone)

BANJAR - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menerangkan bahwa sekitar 20 ribu peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nasional Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mendapat kepercayaan rakyat.

Said mengatakan, doa untuk Jokowi yang juga calon presiden (capres) nomor 01 itu bukan untuk kampanye. Ia pun memastikan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes NU bukan kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Mendoakan bapak Jokowi mendapat kepercayaan dari rakyat, mendoakan bukan kampanye. Ketua PBNU enggak boleh kampanye," kata Said di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Said mengatakan acara yang mengangkat tema 'Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat' itu digelar karena dilandasi situasi bangsa menjelang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ia menilai, PBNU perlu mengingatkan bahwa apapun hasil Pilpres 2019 harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.

"Oleh karenanya Pilpres tak boleh berhenti dalam ajang suksesi kekuasaan, namun momentum penegakan kedaulatan rakyat," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa PBNU didirikan karena dua mandat besar. Pertama, yakni peran tanggung jawab keagamaan. Kedua, lanjut dia, karena tanggung jawab kebangsaan. Sebab itu, NU selalu membantu program-program pemerintah dan juga membantu menjaga NKRI.

Ia pun menegaskan bahwa siapa saja pihak yang ingin mengganggu keutuhan NKRI harus diusir dari Indonesia.

"Maka kita harus tegas. Yang anti-Pancasila yang gerogoti NKRI, usir!," kata Said.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan membahas sejumlah masalah penting, di antaranya permasalahan sampah plastik, konsep Islam Nusantara, hingga politisasi agama. Acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan digelar selama tiga hari, mulai hari ini sampai Jumat 1 Maret 2018.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini