nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pekerja Fasilitas Nuklir Australia Terkena Tumpahan Bahan Kimia

ABC News, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 08:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 01 18 2024314 3-pekerja-fasilitas-nuklir-australia-terkena-tumpahan-bahan-kimia-HHvitJJp8O.jpg Bahan Kimia Nuklir (ABC)

AUSTRALIA - Tiga orang pekerja pada fasilitas nuklir Lucas Heights di Sydney, Australia, terpapar bahan kimia berbahaya dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses dekontaminasi.

Juru bicara Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO) menjelaskan para pekerja tersebut terpapar natrium hidroksida ketika penutup salah satu pipa di pabrik pengobatan nuklir itu terlepas.

Menurut keterangan petugas ambulans setempat, bahan kimia ini terciprat ke bagian lengan dan wajah dua pekerja pria dan seorang pekerja wanita.

 Baca juga: Fosil-Fosil Dinosaurus Berumur 100 Juta Tahun Diselamatkan di Australia

Bahan kimia Sodium hydroxide diketahui sangat beracun dan dapat menyebabkan luka bakar yang akut.

Juru bicara ANSTO menambahkan, gedung tempat insiden terjadi tidak terkait dengan fasilitas reaktor nuklir.

"Sebelum jam 8 pagi ini, penutup salah satu pipa terlepas dan menumpahkan sekitar 250ml natrium hidroksida," katanya.

"Tiga pekerja terkena dampaknya. Pegtugas layanan darurat datang ke ANSTO dan tiga pekerja tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan," jelasnya.

 Baca juga: PM Morrison Sebut Sejumlah Parpol Australia Diretas 'Negara' Lain

"Insiden itu terjadi di bangunan pabrik pengobatan nuklir yang tak terkait dengan reaktor nuklir OPAL," tambah juru bicara ANSTO.

Fasilitas nuklir Lucas Heights, terletak 40 kilometer ke arah selatan pusat Kota Sydney, sebelumnya telah beberapa kali mengalami kontaminasi.

Pada Agustus 2017, seorang pekerja menderita lecet di bagian tangannya setelah menjatuhkan botol berisi bahan radioaktif. Dia terkontaminasi bahan tersebut melalui sarung tangannya.

Kejadian itu dianggap yang paling serius pada fasilitas nuklir di seluruh dunia pada 2017, seperti dilaporkan Skala Kejadian Nuklir Internasional.

 Baca juga: Banjir Australia Mulai Berdampak Buruk untuk Great Barrier Reef

ANSTO menyatakan permintaan maaf kepada pekerja yang terpapar radioaktif tersebut dan menghasilkan langsung membuat rencana aksi.

Pemeriksaan independen terhadap fasilitas ini dilakukan pada Oktober 2018. Ditemukan bahwa fasilitas ini tidak memenuhi standar keselamatan nuklir modern dan harus diganti.

Pada minggu yang sama ANSTO mengkonfirmasi lima orang pekerja terpapar radiasi di fasilitas itu, namun kadarnya kurang dari radiasi rontgen.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini