nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyelidik PBB: Israel Mungkin Lakukan Kejahatan Perang Atas Pembunuhan Demonstran di Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 18 2024446 penyelidik-pbb-israel-mungkin-lakukan-kejahatan-perang-atas-pembunuhan-demonstran-di-gaza-9kLUtU9kXl.jpg Foto: AFP.

JENEWA – Penyelidik PBB pada Kamis mengatakan bahwa Israel kemungkinan telah melakukan kejahatan perang atas pembunuhan 189 warga Palestina dan melukai lebih dari 6.100 lainnya dalam demonstrasi di Gaza tahun lalu. Penyelidik menuntut semua yang bertanggungjawab atas tindakan itu diseret ke pengadilan.

Panel penyelidik independen itu mengatakan bahwa mereka memiliki informasi rahasia mengenai siapa saja yang bertanggungjawab atas pembunuhan di luar hukum itu. Di antara nama-nama tersebut terdapat beberapa nama penembak jitu dan komandan militer Israel.

"Pasukan keamanan Israel membunuh dan melukai demonstran Palestina yang tidak menimbulkan ancaman kematian atau cedera serius terhadap orang lain ketika mereka ditembak, mereka juga tidak secara langsung berpartisipasi dalam permusuhan," kata panel itu sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (1/3/2019).

Korban kekejaman Israel dalam demonstrasi tersebut termasuk anak-anak, jurnalis bahkan penyandang cacat yang duduk di kursi roda.

"Beberapa pelanggaran ini mungkin merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan dan harus segera diselidiki oleh Israel," kata ketua panel Santiago Canton, seorang ahli hukum Argentina.

"Penyelidikan kami menemukan bahwa para demonstran tidak bersenjata meski pun mereka tidak selalu damai," katanya dalam jumpa pers.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak laporan itu dan menuduh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang melakukan penyelidikan itu penyelidikan telah melakukan kemunafikan dan kebohongan yang dipicu oleh "kebencian yang obsesif terhadap Israel".

Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan untuk melindungi perbatasannya dari serangan dan serbuan militan bersenjata.

Sementara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, hasil penyelidikan tersebut mengonfirmasi kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap penduduk di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem.

Demonstrasi di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, dengan tuntutan dari warga Gaza agar Israel untuk melonggarkan blokade ke wilayah tersebut dan mengakui hak mereka untuk kembali ke tanah yang dulu ditempati keluarga mereka sebelum diusir atau terpaksa melarikan diri pada 1948.

Panel penyelidik menemukan bahwa 183 dari 189 pengunjuk rasa tewas karena tembakan amunisi hidup yang mengangkat kembali keprihatinan mendalam pada aturan pertempuran (rules of engagement) Israel yang dirahasiakan yang "tampaknya mengizinkan tembakan langsung ke demonstran sebagai upaya terakhir ... dan menembak di kaki 'penghasut utama'."

Dalam sebuah pernyataan, Amnesty International mengatakan bahwa “Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan yang menyedihkan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Temuan-temuan dari laporan ini harus membuka jalan bagi keadilan bagi para korban kejahatan perang. ”

Penyelidik PBB mengatakan, Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet seharusnya membagikan hasil temuan mereka kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) agar pengadilan itu dapat melakukan penyelidikan terkait tuduhan pelanggaran HAM Israel di wilayah Palestina pada 2015.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini