"Penyelidikan kami menemukan bahwa para demonstran tidak bersenjata meski pun mereka tidak selalu damai," katanya dalam jumpa pers.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak laporan itu dan menuduh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang melakukan penyelidikan itu penyelidikan telah melakukan kemunafikan dan kebohongan yang dipicu oleh "kebencian yang obsesif terhadap Israel".
Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan untuk melindungi perbatasannya dari serangan dan serbuan militan bersenjata.
Sementara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, hasil penyelidikan tersebut mengonfirmasi kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap penduduk di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Demonstrasi di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, dengan tuntutan dari warga Gaza agar Israel untuk melonggarkan blokade ke wilayah tersebut dan mengakui hak mereka untuk kembali ke tanah yang dulu ditempati keluarga mereka sebelum diusir atau terpaksa melarikan diri pada 1948.