nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascagempa Solok Selatan, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rus Akbar, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 07:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 01 340 2024305 pascagempa-solok-selatan-pemkab-tetapkan-status-tanggap-darurat-xXGrjhQ446.jpg Dampak gempa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG – Pascagempa yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pemerintah kabupaten menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari atau dua minggu. Hal itu sebagaimana dikatakan Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Selatan Johny Hasan Basri.

Ia mengatakan, penetapan status tanggap darurat ini karena banyak kerusakan yang disebabkan gempa bumi bermagnitudo 5,3 itu. "Selama masa tanggap darurat, kita dari pemerintah harus menjamin penampungan yang layak bagi korban gempa bumi dan tersedianya logistik selama masa tanggap darurat ini," kata Johny, Jumat (1/3/2019).

(Baca juga: Update Korban Gempa Solok Selatan: 48 Orang Terluka)

Dampak gempa di Solok Selatan. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Banyaknya rumah warga yang rusak, menurut dia, akibat kontruksinya tidak tahan gempa. "Kemarin kita meninjau lokasi gempa di Kecamatan Sangir Balai Janggo, rata-rata rumah masyarakat di bawah standar, sehingga kalau gempa mudah rusak, apalagi daerah tersebut belum penah kena gempa," ujarnya.

Jhony menuturkan, selama masa tanggap darurat, bupati telah memberikan instruksi bahwa semua organisasi perangkat daerah untuk membantu korban bencana walaupun tidak memberikan bantuan. "Bagi pejabat yang ada di lokasi gempa memberikan motivasi kepada masyarakat yang sudah kehilangan rumah akibat gempa," ucapnya.

Kemudian, lanjut Johny, bupati juga meminta semua tenda yang ada, baik milik BPBD, Dinas Sosial, maupun PMI dan Pramuka, harus dibawa ke lokasi bencana untuk menampung sementara para korban.

(Baca juga: Data Sementara Kerusakan Rumah Akibat Gempa Solok Selatan Capai 329 Unit)

Dampak gempa di Solok Selatan. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Sementara berdasarkan data dari BPBD, gempa telah merusak 398 rumah yang terdiri dari 182 rusak ringan, 121 rusak sedang, dan 95 rusak berat. Sedangkan untuk kerusakan fasilitas umum ada 14 unit, 3 fasilitas kesehatan, 6 sekolah, dan 4 tempat ibadah. "Ini di tiga kecamatan di Sangir Balai Janggo, Sangir Batang Hari, dan Sangir Jujuan," ujarnya.

Korban yang mengungsi pascabencana akibat rumah yang rusak ada 42 kepala keluarga atau 192 jiwa. Sementara korban luka-luka akibat gempa ini tercatat ada 55 orang. Mereka dirawat di Puskesmas Mercu 37 orang, Puskesmas Abai 11 orang, Puskesmas Talunan 5 orang, Puskesmas Bidar Alam 2 orang yang salah satunya rujuk ke RSUD Solok Selatan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini