nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Gempa Solok Selatan Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 09:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 340 2024346 bmkg-gempa-solok-selatan-dipicu-sesar-aktif-yang-belum-terpetakan-upT2hbaJ3v.jpg Kerusakan akibat gempa Solok Selatan, Sumatera Barat. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Ia mengatakan, jumlah korban jiwa meninggal akibat gempa Kerinci ketika itu sangat banyak, mencapai lebih dari 230 orang. Sementara korban luka ringan dan berat dilaporkan juga sangat banyak.

Sejarah gempa dahsyat yang melanda Kerinci pada 1909 kemudian terulang kembali tahun 1995. Gempa Kerinci 1995 berkekuatan magnitudo 7,0 terjadi pada 7 Oktober 1995 yang mengakibatkan kerusakan parah di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci.

Dampak gempa di Solok Selatan. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Gempa ini menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat, dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah, sarana transportasi, sarana irigasi, tempat ibadah, pasar, serta pertokoan mengalami kerusakan.

"Ada pelajaran penting yang dapat kita petik dari peristiwa gempa di Solok Selatan, termasuk catatan gempa Kerinci 1909 dan 1995, bahwa keberadaan zona Sesar Besar Sumatera harus selalu kita waspadai. Jika terjadi aktivitas pergeseran sesar ini maka efeknya dapat sangat merusak karena karakteristik gempanya yang berkedalaman dangkal dan jalur sesar yang berdekatan dengan permukiman penduduk," ujar Daryono.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini