nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taliban Serang Pangkalan Militer Afghanistan, 25 Tentara Tewas

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 03:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 02 18 2024788 taliban-serang-pangkalan-militer-afghanistan-25-tentara-tewas-PgaLRx8Sm2.jpg Tentara Afghanistan latihan militer (AP)

TALIBAN melangsungkan serangan terhadap sebuah pangkalan militer utama di Afghanistan selatan, pada Jumat (1/3/2019) dini hari. Penyerangan itu menewaskan sedikitnya 25 tentara dan menyandera sejumlah lainnya .

Sejumlah pejabat Afghanistan dan sumber-sumber Taliban mengatakan, sekelompok pemberontak bersenjata berat dan berseragam milter, termasuk beberapa pembom bunuh diri, menyerbu pangkalan Shorab di Provinsi Helmand, yang juga menampung pasukan AS.

Serangan itu dimulai dengan pembom bunuh diri yang meledakkan kendaraan berisi bom yang ditumpanginya di gerbang Utama, sehingga memungkinkan para penyerang lainnya menerobos masuk kompleks yang dijaga ketat itu.

Bentrokan senjata yang terjadi setelahnya berlangsung hingga Jumat sore. Para pejabat Afghanistan belum mengetahui pasti apakah pasukan bersenjata telah berhasil melumpuhkan penyerang atau menghalau mereka karena hujan lebat di kawasan itu menyulitkan operasi militer.

Kantor gubernur provinsi mengatakan, melalui sebuah pernyataan, sedikitnya sembilan penyerang, termasuk tiga pembom bunuh diri, tewas oleh pasukan Afghanistan dan operasi pembersihan saat ni sedang berlangsung. Pernyataan itu tidak merinci jumlah korban di pihak pasukan Afghanistan.

Sebuah pernyataan Taliban mengatakan, mereka menewaskan puluhan personel keamanan, termasuk tentara Amerika.

Beberapa jam setelah serangan dimuai, seorang juru bicara militer AS di Afghanistan, Kolonel Dave Butler, membantah klaim Taliban dan mengatakan serangan itu “berhasi dihalau pasukan keamanan Afghanistan yang berani”.

Serangan Taliban berlangsung sementara para perunding dari kelompok itu dijadwalkan akan melanjutkan kembali pembicaraan damai mereka dengan para mediator Amerika di Qatar, Sabtu mendatang, setelah jeda selama dua hari.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini