"Bayangkan impact ekonominya. Jika penginapan penuh, sektor lainnya pun pasti ikut merasakan imbasnya. Sektor kuliner, rental mobil dan lain-lain semua kebagian rejeki," imbuh Menpar.
Dampak tidak langsung lebih hebat lagi. Event ini telah menjadikan Kawasan Mandeh lebih terkenal di dunia. Cover up media baik lokal mau pun internasional begitu masif. Pemberitaan ini tentunya mengangkat pariwisata Sumbar.
"Sebagai sport event, yang terbesar dicari adalah indirect impact, atau yang lebih sering disebut sebagai media value. Itulah yang tersebar luas di seluruh dunia, dan membuat pamor Mandeh di Sumbar semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia," ungkap Arief.
Bagi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani BRI Mandeh Run menjadi langkah awal mengangkat kawasan Wisata Mandeh. Soal potensi daerah ini sudah tidak diragukan. Saking indahnya Mandeh bahkan sering kali disebut sebagai “The Hidden Paradise” di Sumbar. Bahkan digadang-gadang sebagai Raja Empatnya Sumatera.
"Atraksinya sudah ada, potensinya cukup berprospek. Belum lagi soal rumah-rumah adat yang lancip di ujung kiri kanan, dengan posisi di atas tanah. Kulinernya apa lagi. Semua orang terkagum-kaum dengan cita rasa masakan Padang dengan Rendangnya yang mendunia,” paparnya.