Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bikin Hujan Buatan, Langit Riau Akan Ditaburi 17 Ton Garam

Antara , Jurnalis-Senin, 04 Maret 2019 |13:43 WIB
Bikin Hujan Buatan, Langit Riau Akan Ditaburi 17 Ton Garam
Kebakaran hutan di Riau (Dok Manggala Agni)
A
A
A

Ia meminta satu bulan sebelum kemarau, Tim Pentaheliks, yakni pemerintah dibantu unsur terkait mulai Manggala Agni, KLHK hingga akademisi, sukarelawan, TNI dan Polri harus sudah berkumpul.

Tujuannya untuk mencegah terjadinya karhutla. Ia berharap Karhutla tahun ini tidak seperti bencana serupa tahun 2015 yang nilai kerugiannya sangat besar.

"Kerugian 2015 secara nasional kerugiannya melebihi bencana tsunami di Aceh, yakni 16,1 miliar dolar AS. Itu dua kali lipat dari kerugian di Aceh, pertanyaannya, apakah kita mau mengalaminya lagi," kata Doni Monardo.

Gubernur Riau Syamsuar berharap ada langkah sinergi bersama untuk menyelesaikan persoalan karhutla Riau. Menurut dia, kebakaran sulit ditanggulangi karena kebakaran terjadi di lahan gambut yang digunakan oleh masyarakat untuk bercocok tanam.

"Dari Pemda akan siapkan lapangan penghidupan bagi masyarakat tanpa membakar (lahan) bisa hidup," katanya.

Riau kini berstatus siaga darurat karhutla hingga akhir Oktober 2019. Kebakaran lahan gambut masih terjadi di daerah pesisir Riau seperti di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai dan Kepulauan Meranti.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan, luas Karhutla sudah lebih dari 1.300 hektare di Riau. Api di lahan gambut sulit dipadamkan total tanpa bantuan hujan.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement