Kemenaker Dorong Pembuatan PKB di Setiap Perusahaan

Abu Sahma Pane, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 1 2025984 kemenaker-dorong-pembuatan-pkb-di-setiap-perusahaan-s79EV33aQB.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

TANGERANG SELATAN - Pemerintah mendorong perusahaan yang sudah memiliki Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) untuk membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PKB penting sebagai instrumen pengaturan hubungan industrial di tempat kerja manakala terjadi perselisihan.

"PKB ini adalah suatu sarana atau alat hubungan industrial yang dapat dipegang ketika terjadi suatu perselisihan," kata Kasubdit PP dan PKB Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Wiwik Wisnu Murti usai membuka Dialog Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang Berkualitas di Tangerang Selatan, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, dalam hubungan kerja sangat memungkinkan terjadi perselisihan antara pihak perusahaan dengan SP/SB. Untuk itu, PKB memiliki peranan penting sebagai instrumen dalam menyelesaikan perselisihan. Karena PKB dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak.

"PKB ini adalah suatu mekanisme kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini perwakilan dari pengusaha atau manajemennya dengan serikat pekerja/serikat buruh yang ada di perusahaan," jelas Wiwik.

Ia menjelaskan, PKB wajib dibuat manakala perusahaan sudah memiliki SP/SB. Untuk itu, ia mengimbau perusahaan yang belum memiliki SP/SB untuk membuat SP/SB. Sedangkan perusahaan yang sudah memiliki SP/SB tetapi belum memiliki PKB untuk segera membuat PKB.

Wiwik menambahkan, perusahaan yang belum memiliki PKB biasanya mengacu pada Peraturan Perusahaan (PP). PP tersebut pun sangat memungkinkan memiliki kualitas yang baik, termasuk dalam persoalan pengaturan hubungan industrial.

Namun begitu, perusahaan yang memiliki SP/SB tetaplah harus membuat PKB meskipun secara konten, PP yang berlaku sudah baik dan komprehensif. "Maka kita dorong kalau PP-nya sudah bagus, buat aja PKB," ujarnya.

Pembuatan PKB merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang masuk dalam Renstra Kemenaker Tahun 2015-2019. Jumlah perusahaan yang telah membuat PKB pun terus bertambah dari tahun ke tahun.

Dari target 13.584 perusahaan membuat PKB pada 2017, tercapai 13.829 perusahaan atau melebihi target. Kemudian pada 2018 ditargetkan 13.910 perusahaan, dan tercapai 14.418 perusahaan.

Sedangkan pada 2019 target tersusunnya PKB sebanyak 14.257 perusahaan. Ia pun berharap realisasi tersusunnya PKB dapat kembali melampaui target.

"Tentu ini adalah tantangan bagi kita semua untuk berkomitmen membuat tata syarat kerja yang baik melalui PKB," paparnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini