Ajak Pilih Prabowo, Emak-Emak Sebut Jokowi Akan Hapus Pelajaran Agama

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 605 2026101 ajak-pilih-prabowo-emak-emak-sebut-jokowi-akan-hapus-pelajaran-agama-moaDJMdLdf.jfif Presiden Jokowi turun dari pesawat (Biro Pers Setpres)

MAKASSAR – Kasus emak-emak kampanye hitam terhadap calon presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali terjadi. Setelah di Karawang, Jawa Barat, kasus terbaru terungkap di Sulawesi Selatan. Seorang ibu berkampanye kalau Jokowi terpilih lagi maka mata pelajaran agama akan dihapus.

Aksi ibu-ibu terungkap setelah videonya beredar di media sosial, Selasa (5/3/2019).

Dalam video berdurasi 45 detik itu, sang ibu tampak duduk di sofa sembari bicara mangajak orang memilih Prabowo Subianto karena capres tersebut dianggap memikirkan nasib rakyat dan agama.

Ia menyebut jika Jokowi kembali terpilih maka mata pelajaran agama akan dihapus. Jokowi juga dituduh akan menggantikan pondok pesantren.

"Kita pilih Prabowo, kita pikirkan nasib kita nasib kita, agama kita, anak-anak kita, walaupun kita tidak menikmati, tapi besok-besok kita lima tahun, 10 tahun yang akan datang ini. Apakah kita mau mata pelajaran agama dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya," kata dia dalam video itu.

"Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah-sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren. Itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini," ujar ibu itu.

(Baca juga: 3 Ibu-Ibu Kampanye Hitam Jokowi Menang LGBT Dilegalkan dan Azan Dilarang)

Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, La Ode Arumahi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dugaan kampanye hitam tersebut. Bawaslu mengimbau tim pasangan capres agar tidak berkampanye negatif dan melanggar hukum.

(Baca juga: Jokowi Curhat 4 Tahun Jadi Presiden Fitnah Silih Berganti Menyerang)

"Kami imbau untuk menghindari kampanye negatif, politik uang dan dan bentuk kecurangan lainnya. Selama ini kami melakukan pencegahan baik peserta Pemilu tim kampanye juga pemilih," kata La Ode.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini