Jokowi Kembali Diserang Kampanye Hitam, BPN Serahkan ke Aparat

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 605 2026176 jokowi-kembali-diserang-kampanye-hitam-bpn-serahkan-ke-aparat-aWqq7eSCk6.jpg ilustrasi

JAKARTA - Kampanye hitam kepada calon presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali terjadi. Dugaan kampanye hitam itu dilakukan oleh seorang perempuan di Sulawesi Selatan.

Dalam potongan video yang viral di media sosial, tampak seorang perempuan yang tengah mengampanyekan paslon 02 Prabowo-Sandi kepada seseorang lainnya mengatakan bila pelajaran agama akan dihapus pemerintahan Jokowi.

Merespons hal itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin menegaskan tidak mengenal sosok pelaku terduga kampanye hitam kepada Jokowi. Ia meminta aparat untuk menidak agar tak menimbulkan fitnah.

“Kami tidak mengetahui siapa yang melakukan itu. Sebaiknya pihak aparat segera mengambil tindakan agar tidak menjadi fitnah di masyarakat,” ujar Suhud kepada Okezone, Selasa (5/3/2019).

(Baca Juga: Ajak Pilih Prabowo, Emak-Emak Sebut Jokowi Akan Hapus Pelajaran Agama)

Suhud mengatakan bila prinsip BPN Prabowo-Sandi kepada relawan agar melakukan kampanye dengan cara yang bermartabat. Justru tidak menghalalkan berkampanye melalu hoaks atau black campaign (kampanye hitam) untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Kami mengharamkan cara kampanye yang bertentangan dengan aturan dan etika, seperti penyebaran hoax dan black campaign,” tuturnya.

Suhud Menekanan bila ada pihak yang melakukan kampanye di luar prinsip itu, maka pastikan bukan dari kami. “Sangat mudah bagi siapa pun untuk menggunakan atribut partai,” kata dia.

Sebelumnya Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, mengatakan peristiwa ini merupakan satu bukti nyata bahwa kampanye hitam masih dilakukan vulgar secara door to door. Menurut Ace, ini adalah rentetan kampanye fitnah dan hoaks yang dilakukan untuk menyerang 01 di akar rumput.

"Sekali lagi, kami mengecam keras kampanye seperti ini. Kami akan melaporkan video dan pelaku yang melakukan kampanye hitam ini serta meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aktor di belakang kampanye hitam itu," kata Ace.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini