Respons Indef, TKN Jokowi: Kartu Prakerja Bantu Masyarakat Sebelum Masuki Dunia Kerja

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 21:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 05 605 2026291 respons-indef-tkn-jokowi-kartu-prakerja-bantu-masyarakat-sebelum-masuki-dunia-kerja-4TADRrxpCw.jpg Presiden Jokowi jelaskan kartu sakti di warung kopi, Kendari. (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- KH Maruf Amin, Johnny Plate mengatakan, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira salah memahami tujuan keberadaan Kartu Prakerja yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kartu Prakerja yang digagas Jokowi adalah untuk membantu para lulusan baru atau orang yang ingin beralih kerja mendapatkan pelatihan yang berguna bagi dirinya memasuki dunia kerja. Selama menjalani pelatihan itulah, para pemegang Kartu Prakerja mendapatkan semacam tunjangan.

Oleh karena itu pernyataan Bhima bahwa Kartu Prakerja akan membuat anak muda jadi malas mencari kerja dan menggantungkan diri pada uang dari negara, tidak tepat.

"Kami melihat terjadi adanya salah kaprah dalam pemahaman Indef mengenai kartu Prakerja. Sebagai lembaga analisis keuangan, diharapkan Indef dapat meneliti lebih lanjut dan tidak secara prematur mengeluarkan statement ke media," kata Johnny Plate di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Juru Bicara TKN Joko Widodo- KH Maruf Amin, Johnny Plate. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Pernyataan Indef jadi bernuansa politis karena mengaitkan keberadaan kartu itu dengan kemungkinan menambah pengangguran baru. Padahal tujuan dari penerbitan kartu itu adalah untuk membuat para pencari kerja mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat.

"Bantuan atau tunjangan yang diberikan itu dapat dipergunakan para pencari kerja untuk ongkos transport, fotokopi, dan lainnya sebagai modal awal dalam mencari kerja. Ketika dikatakan itu menambah pengangguran, kami kira pernyataan Indef terlalu berlebihan & cenderung politis," ujarnya.

Johnny mengatakan, kemungkinan Indef melihat Kartu Prakerja seperti pengalaman di negara-negara Eropa. Di sana, para pencari kerja memang diberikan dana tunai oleh pemerintahnya. Banyak pencari kerja di Eropa yang memanipulasi dengan berpura-pura terus mencari kerja untuk mendapat tunjangan.

"Kondisi di Eropa tidak bisa disamakan. Apalagi persyaratan dan besaran tunjangan yang akan diberikan belum ditentukan oleh Presiden," tutur Johnny.

(Baca Juga : TKN Akan Laporkan Ibu Berbaju PKS Kampanye 'Jokowi Bakal Hapus Pelajaran Agama')

Sebelumnya, peneliti LPEM UI Muhammad Dian Revindo mengatakan, Kartu Prakerja yang digagas Presiden Jokowi cukup baik dan bisa diimplementasikan. Bahkan penggunaan kartu akan membuat pengawasan lebih baik apabila diikuti persyaratan bahwa pemegang kartu harus mengikuti pelatihan apabila ingin mendapatkan bantuan dana.

"Dengan sistem kartu, pengawasan akan lebih mudah," ujar Revindo.

(Baca Juga : Sosialisasikan Jokowi-Ma'ruf di Aceh, Hasto Ogah Tengok Lahan Prabowo)

(erh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini