nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Nelayan Berawak 20 ABK Hilang di Perairan Nias Selatan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 05 608 2026047 kapal-nelayan-berawak-20-abk-hilang-di-perairan-nias-selatan-uX4X0auABI.jpg Tim SAR cari kapal yang hilang kontak. (ilustrasi/Dok Okezone/Muhammad Bunga Ashab)

MEDAN – Satu unit kapal nelayan, KM Formosa 12 dilaporkan hilang di sekitar perairan Pulau Pini wilayah Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada, Selasa (5/3/2019) pagi tadi.

Kapal yang membawa 20 orang anak buah kapal itu mulai tak bisa dihubungi pukul 05.30 WIB.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias, Tonggor Gultom saat dihubungi dari Medan mengatakan, berdasarkan laporan yang mereka terima dari sejumlah kapal yang berlayar di sekitar lokasi hilangnya kapal, didapat informasi jika kapal tersebut sempat meminta tolong karena mengalami kecelakaan.

"Ya, informasi kita terima kecelakaan kapal tersebut. Jadi, kapal kontak pada nelayan-nelayan sekitar minta tolong karena air sudah masuk ke dalam kapal," ujar Tonggor.

Pencarian kapal yang hilang kontak. (Dok Okezone/Muhammad Bunga Ashab)

Ia mengungkapkan, kapal nelayan yang berada sekitar di TKP menerima laporan tersebut dan mencoba menolong. Namun, karena cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapal itu hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya lagi.

"‎Kapal nelayan, mengangkut 20 ABK. Kita sudah melakukan rencana operasi dengan mempersiapkan kapal. Namun, cuaca buruk. Kapal-kapal nelayan sekitar itu pun menghindar dari gelombang tinggi itu," tutur Tonggor.

(Baca Juga : Tali Jangkar Putus, Kapal Tanker Nyangkut di Jembatan Barelang Kepulauan Riau)

Ia mengatakan, tinggi lombang mencapai 2 hingga 3 meter. Tapi, pihak SAR Nias maksimalkan pencarian korban dan evakuasi korban, termasuk melakukan kordinasi dengan TNI/Polri setempat.

"Kita dapat informasi para korban menggunakan pelampung dan bisa kita evakuasi. Tapi, ini lagi cuaca buruk," ujar ‎Tonggor.

(Baca Juga : Dalam Sehari, 6 Perahu Terbalik di Perairan Monokwari Papua Barat)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini